Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Mendidik Remaja Menghadapi Masa Depan

Tanggal diterbitkan: 28/07/2017


Dewasa ini kita dikejutkan dengan banyaknya tindakan remaja yang di luar batas. Berita penganiayaan, pelecehan seksual, narkoba, bahkan pembunuhan yang pelakunya ternyata masih remaja muncul di media massa. Dalam beberapa seminar anti narkoba dan HIV, banyak remaja yang memberikan kesaksian bahwa mereka memulai semua kenakalan di usia yang masih terbilang sangat muda, dan mempelajari itu semua justru dari pergaulan di lingkungan sekolah.

Pendidikan yang pertama diterima oleh anak-anak adalah dari keluarga. Orangtua adalah role model bagi anak-anak dalam menghadapi masa depan mereka. Setiap anak diciptakan unik. Tuhan memberi kita anak, berarti memberi kita tanggung jawab untuk menjaga, memelihara merawat dan mendidik mereka hingga bisa hidup mandiri. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik remaja untuk menghadapi masa depannya:

1. Cara seorang anak diperlakukan pada masa kecil akan mempengaruhi seluruh hidup mereka. Banyak orangtua yang pintar dan berharap anaknya juga harus pintar. Memaksa anak untuk menjadi apa yang diinginkan orangtua, namun mengabaikan potensi yang mereka miliki.  Jadilah orangtua yang bersahabat, dengarkan keluhannya, berikan solusi dalam menghadapi permasalahannya. Dukunglah minat dan bakatnya yang positif agar lebih maksimal. Remaja lebih mudah didekati dengan kasih sayang daripada dengan kemarahan, apalagi hinaan.
2. Disiplin, bersikap tegas dan jelas. Disiplin tidak bisa diterapkan bila orangtua tidak melakukannya. Kita melarang anak bermain gadget sementara kita sendiri tidak terlepas dari benda tersebut. Tentu saja anak akan menilai kita tidak konsisten. Ajarkan mereka membedakan mana yang benar dan salah, serta alasannya. Biasanya remaja akan menuruti suatu peraturan atau ketentuan bila alasannya jelas, disertai contoh yang mereka lihat dalam diri orangtuanya. Tidak ada salahnya menerapkan peraturan sederhana dalam keluarga seperti jujur, mau minta maaf dan mengakui kesalahan. 
3. Orangtua adalah motivator bagi anak-anaknya. Berikan pujian yang membangun pada remaja saat mereka berhasil mencapai sesuatu, hargai usahanya. Sebaliknya bila mereka gagal, berikan kata-kata hiburan yang memotivasi. Jangan menjatuhkan semangatnya, apalagi memarahinya. Dengan memberikan dukungan yang baik, mereka bisa mengatasi kegagalan dan mau berusaha kembali. Remaja sangat rentan dengan perasaan depresi. Sebagai orangtua, tentu saja kita mengenal mereka lebih baik. Jadilah sahabat yang baik bagi mereka agar mereka terhindar dari perasaan tertekan.
4. Menjadi orangtua bijaksana yang bersikap realistis dan fleksibel. Berhati-hatilah dalam bersikap. Kasihi mereka bukan karena keberhasilan ataupun kegagalannya, melainkan tanpa syarat. Ajarkan mereka bertanggung jawab. Misalnya menginginkan suatu barang, ajaklah mereka menabung untuk memperolehnya. Dengan begitu remaja belajar untuk berusaha dalam mewujudkan suatu keinginan, dan menghargai apa yang sudah didapatkannya. 
5. Sediakan waktu luang khusus bersama mereka. Masa remaja adalah masa mencari jati diri. Mereka membutuhkan seseorang yang mau mengerti kondisinya yang labil, dan membimbing. Menjaga hubungan yang akrab dan penuh cinta dalam keluarga, membuat remaja menikmati kehidupan yang indah. Remaja akan menjadi lebih percaya diri, lebih kuat melawan arus dalam pergaulan yang kurang sehat. Buatlah suasana yang nyaman dalam keluarga sehingga tidak mencari pelampiasan di luar.

Demikianlah rangkuman beberapa tips yang bisa diterapkan dalam mendidik remaja. Walau bagaimanapun remaja akan segera menjadi dewasa. Pada waktunya nanti kita akan kehilangan mereka. Persiapkanlah anak remaja agar menjadi pribadi dewasa  yang mandiri dan berhasil di masa depan.  (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News