Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Memahami Pelajaran Sejarah dengan Mudah

Tanggal diterbitkan: 23/02/2018


Belajar sejarah, ngantuk ah! Pasti akan membosankan, enggak asyik!

Begitulah yang selalu terlontar dari mulut anak-anak ketika pelajaran sejarah diberikan. Pelajaran yang menurut anak-anak sangat membosankan, karena belajar tentang hal yang sudah lampau dan tidak mudah untuk diingat. Bahkan alih-alih agar siswa menjadi kreatif, terkadang guru meminta siswanya untuk membaca sendiri materi pelajaran sejarah kemudian merangkumnya. Hal inilah yang secara tidak langsung membuat anak merasa enggan untuk mengenal sejarah karena proses belajarnya yang tidak menyenangkan. 

Belajar sejarah yang kejadiannya sudah terjadi sebelum mereka lahir, tentu bukan hal yang mudah. Sebagai guru kita harus pandai memanfaatkan teknologi untuk mengajarkan sejarah. Kita bisa menggunakan audio visual untuk mengenalkan peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau. Tentu saja tidak berakhir hanya dengan menonton, tetapi melibatkan anak dan merangsang kreativitas anak usai menyaksikannya.

Contohnya, apabila guru ingin mengajarkan pelajaran sejarah Bangsa Indonesia ketika berjuang mempertahankan Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Guru bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan dengan menayangkan film tentang perjuangan Bung Tomo atau tokoh lainnya. Biarkan anak menikmati tayangan audio visual yang disajikan.

Sebagai observasi dari tayangan video, anak bisa diajak untuk menggali fakta tentang nama-nama tokoh sejarah yang muncul, tempat, waktu peristiwa, bagaimana proses terjadinya peristiwa tersebut, apa yang mereka rasakan, bagaimana bisa meneladani dari tokoh pejuang itu lakukan, dan apa yang akan mereka sampaikan jika bertemu dengan pejuang tersebut. Inilah beberapa pertanyaan yang bisa disiapkan sebelum anak menyaksikan tayangan sejarah.

Dari hasil tayangan dan pertanyaan yang bersifat menggali kreativitas anak, anak akan mengenal dengan baik tokoh yang berjuang, seolah-olah ikut merasakan berjuang. Sehingga anak akan dengan mudah mengungkapkan perasaannya.

Tidak hanya tayangan audio visual yang bisa digunakan untuk mengenal sejarah. Guru juga bisa menggunakan cara sosio drama. Sebuah metode bermain peran yang dilakukan oleh anak-anak. Biarkan anak memilih peran menjadi tokoh pejuang yang dikehendaki. Lalu, biarkan anak berperan sesuai tayangan audio visual yang mereka lihat. Anak-anak akan merasa seperti berada di jaman ketika tokoh pejuang itu masih hidup.

Bermain peran ini tidak hanya asyik ketika melakukan kegiatan memperjuangkan kemerdekaan. Bisa juga diterapkan dengan menjadi tokoh sejarah. Setiap anak di kelas memilih satu tokoh sejarah. Kemudian, meminta anak lainnya saling menegenal diri tokoh sejarah lainnya. Saling bertanya tentang kegiatan tokoh sejarah tersebut, hingga kegiatan sejarah yang berhasil ditorehkan.

Kegiatan lainnya yang tak kalah asyiknya adalah dengan cara membuat poster mini atau menulis sebuah surat untuk tokoh pejuang. Mengungkapkan perasaannya kepada tokoh pejuang. Bagaimana perasaannya setelah melihat tayangan audio visual tentang perjuangan dari tokoh pejuang dan diungkapkan dengan berkirim surat.

Meminta anak membuat berita laporan kejadian terhadap tayangan sejarah yang ditampilkan secara audio visual juga merupakan pembelajaran yang menyenangkan untuk belajar sejarah. Merangsang anak dengan kegiatan mandiri yang banyak meminta anak untuk berpikir kritis akan membuat sejarah semakin menarik untuk dipelajari.

Jadi, pelajaran sejarah yang peristiwanya sudah lampau terjadi, tidak melulu dengan mebaca buku diktat tentang sejarah atau menghafal fakta-fakta sejarah. Tetapi yang terpenting adalah mampu membangun opini-opini terhadap anak-anak setelah mempelajari sejarah merupakan bagian penting bagi pembentukan karakter anak. Dan kesadaran itu akan terbentuk dari pengalaman yang diciptakan dan kegiatan yang kaya dengan olah pikir. (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News