Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Peran Orangtua dalam Melahirkan Generasi Berprestasi

Tanggal diterbitkan: 23/02/2018


Kita pernah dengar ya kalau kemajuan suatu bangsa atau negara akan tergantung dari kualitas generasi mudanya sebagai penerus, bukan? Sebuah negara akan membutuhkan kehadiran generasi-generasi penerus untuk turut serta dalam memajukan dan mewujudkan cita-cita bangsa. Generasi penerus yang diinginkan adalah yang mempunyai prestasi serta dedikasi tinggi untuk turut serta membangun negara.

Melahirkan generasi yang berprestasi tidaklah semudah membalikkan tangan. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama.  Dan hal ini terkait dengan peran serta tugas orangtua untuk memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Partisipasi orangtua akan besar pengaruhnya terhadap proses belajar anak dan prestasi belajar yang akan dicapai. 

Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Dan hal itu akan jadi patokan atau landasan bagi anak nantinya akan menjadi generasi yang berprestasi atau tidak. Sehingga peran serta tugas orangtua untuk mewujudkan hal itu adalah :

1. Orang tua bertugas menjadi motivator.
Anak yang berprestasi tentunya mempunyai niatan belajar yang tinggi. Hal itu bisa terus tertanam pada anak  jika mendapat motivasi yang kuat. Motivasi itu dapat diperoleh dari kedua orangtuanya. Pemberian motivasi itu dapat diberikan dengan memberikan perhatian, kasih sayang sehingga anak merasa nyaman dan betah sehingga ketika belajar pun dia akan tenang. Bisa juga motivasi tersebut dengan memberikan hadiah jika anak berhasil dalam belajarnya. Memberikan penghargaan setiap pilihannya serta memberikan hukuman untuk anak bisa juga dilakukan. Hal itu untuk memacu anak supaya lebih keras berusaha dalam mencapai tujuannya. 

2. Orangtua menjadi teladan.
Orangtua adalah orang terdekat bagi anak. Jadi mereka harus memberikan contoh atau tauladan yang baik. Karena secara tidak sadar anak akan menyerap atau meniru setiap tingkah laku dari orangtuanya. Orangtua akan menjadi role model bagi anaknya dan hal itu akan dijadikan anak sebagai referensi untuk menjalani kehidupannya di masa mendatang. Contohnya jika orangtua rajin membaca maka anak akan lebih mudah untuk rajin membaca pula. Dan itu akan dilakukannya sampai nanti hingga dewasa bahkan seumur hidupnya. 

3. Orangtua menjadi fasilitator.
Orangtua akan mendukung anaknya berprestasi.  Sehingga mereka  akan menyediakan sarana dan prasarana untuk mencapainya. Hal itu untuk mempermudah anak menjalani proses belajarnya. Seperti menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman, penerangan yang cukup, memberikan alat tulis atau buku-buku yang diperlukan serta menyekolahkan di sekolah terbaik.  

4. Orangtua menjadi sumber ilmu dan pengetahuan.
Ilmu yang diterima anak bisa didapat dari berbagai sumber. Salah satunya adalah orangtua. Oleh karena itu orangtua pun harus mempunyai wawasan serta pengetahuan  yang cukup luas. Hal itu supaya keingintahuan anak akan suatu hal bisa orangtua jawab dan berikan penjelasan. 

5. Orangtua menjadi koordinator.
Orangtua tentunya juga bertugas untuk mengawasi setiap proses belajar anak. Hal itu bisa dengan cara memastikan anak menggunakan fasilitas yang diberikan dengan benar apa tidak,  melihat cara belajar anak apakah sudah tepat atau belum. Jangan sampai fasilitas yang diberikan digunakan untuk hal-hal yang tidak benar sehingga tujuan dari proses belajar tidak tercapai. 

Kelima peran itulah yang bisa orangtua lakukan untuk mencetak generasi penerus yang berprestasi. Tentunya semua itu akan terwujud jika bisa dijalankan oleh mereka dengan baik. Tak lupa selalu meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa adalah hal yang terpenting. (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News