Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Single Mom is Happy

Tanggal diterbitkan: 27/08/2018


Jika ditanyakan kepada para istri sedunia, adakah yang ingin ditinggal suaminya, baik ditinggal wafat maupun bercerai, tentu jawabannya adalah “tidak”. Semua perempuan tentu menginginkan pernikahan yang abadi, bahagia hingga akhir hayat. Akan tetapi, garis nasib tak pernah ada yang tahu. Begitu pula jika tiba-tiba seorang istri atau seorang ibu harus menjadi single mom. 

Mendapat musibah berat seperti itu bukan berarti kehidupan sudah berakhir. Sebaliknya, cobaan ini harus disikapi dengan hati yang ikhlas, bahwa takdir yang menimpa kita adalah keputusan terbaik dari Tuhan. Sedih, khawatir, hopeless, sudah pasti akan menggelayuti pikiran kita. Namun, terus bersedih dan meratapi nasib bukanlah solusi dalam melewati masa duka tersebut. 

Bagi para single mom, beberapa hal berikut mungkin bisa membantu mengembalikan mood menjadi lebih baik dan menumbuhkan rasa percaya diri lagi:

1. Berpikir Positif
Tetaplah berpikir positif saat menghadapi musibah harus berpisah dengan suami karena bercerai atau ditinggal wafat. Yakinkan dalam hati bahwa tanpa dirinya, kita tetap bisa menjalani hari-hari dengan baik. Berpikirlah positif juga kepada Tuhan, bahwa musibah menimpa ini pertanda agar kita lebih mendekat lagi pada-Nya.

2. Tetap Sabar
Kesabaran adalah kunci dari ketenangan hidup. Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa kesedihan dan kesulitan yang dihadapi adalah hanya sementara yang akan segera digantikan oleh kesenangan dan kebahagiaan jika kita bersabar. Selalu ingat dengan firman Allah dalam Alquran bahwa Allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan umat-Nya. 

3. Move On
Berlarut-larut dalam kesedihan bukanlah hal menguntungkan. Malah akan semakin membuat rumit hidup kita ke depannya karena tidak dapat berpikir jernih. Mulailah menata hati lagi untuk memperbaiki hidup sebagai single mom. Kunci untuk move on adalah niat dari diri sendiri. Tidak ada yang bisa menolong Anda keluar dari zona kesedihan jika bukan karena niat yang kuat dari hati. Yakinkan bahwa masa depan akan jauh lebih baik walaupun Anda berstatus single mom.

4. Ingat Anak-Anak
Saat Anda merasa tak bersemangat lagi menjalani hidup karena hati porak poranda setelah berpisah dengan pasangan, ingatlah ada mata-mata bening penuh harap menunggu Anda untuk bangkit menata hidup baru bersama mereka. Jadikan si buah hati sebagai penyemangat hidup Anda dan motivator untuk bahagia kembali.

5. Banyak Berteman
Mengisi waktu luang bersama teman-teman akan membantu Anda mengobati rasa sepi dan sedih. Sering-seringlah berkumpul bersama mereka untuk saling berbagi cerita. Teman-teman pasti akan dengan senang hati menghibur sehingga Anda tidak merasa sendiri. Memperluas pertemanan juga berarti meluaskan rezeki. Siapa tahu, dengan banyak berteman, Anda bisa menjalin bisnis bersama mereka sehingga kesibukan dan rezeki pun bertambah. 

6. Maksimalkan Potensi Diri
Mulailah mengingat-ingat kemampuan apa yang Anda miliki. Selagi sendiri tanpa pasangan, bukankah jauh lebih leluasa mengeksplore potensi diri? Sisi positifnya tidak memiliki pasangan adalah Anda tidak perlu meminta izin untuk mengembangkan minat, bakat, dan cita-cita yang selama ini mungkin terpendam. 

7. Bersyukur
Tetap bersykur adalah kunci ketentraman hidup. Tidak memiliki pasangan bukan berarti tidak bisa bahagia. Bahkan, banyak single mom yang jauh lebih bahagia setelah mereka menjalani hidup tanpa pasangan. Sebaliknya, banyak para suami istri yang terlihat rukun dan harmonis dari luar ternyata banyak menyimpan masalah berat yang membuat mereka tidak bahagia. 
Kesimpulannya, menjadi single mom bukan berarti tidak bisa bahagia karena kita sendirilah yang menciptakan kebahagiaan itu. (AH)

image source: https://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2017/09/01/mercatornet-dot-com-59a938f7c0cafd16941fd4a5.jpg?t=o&v=760

Kegiatan Cimahi

Headline News