Pencarian :

Berita • Detail Berita

11 pedagang korban kebakaran pasar cimindi dapat santunan

2016-03-15 11:26:46

CIMAHI.- Sebanyak 11 pedagang korban kebakaran Pasar Cimindi mendapat santunan berupa penghapusan sisa angsuran kredit dari Koperasi Simpan Pinjam Syariah Tamzis. Hal itu dilakukan untuk meringankan beban pedagang yang mengalami musibah dan perlu dukungan untuk memulai usaha mereka kembali.
Penghapusan angsuran kredit dilakukan secara simbolis di Pasar Cimindi Jln. Mahar Martanegara Kota Cimahi, Jumat (11/3/2016).
Manager Divisi Penjaminan Tamzis, Tri Wuryanto mengatakan, total  santunan yang diberikan kepada 11 orang pedagang korban kebakaran yang memiliki pinjaman kredit di Tamzis sebesar Rp74 juta. Pembebasan pembiayaan yang dilakukan Tamzis kepada para anggotanya yang menjadi korban kebakaran merupakan bagian dari pelaksanaan ekonomi syariah yang menggunakan pola mudharabah, (sistem yang mengedepankan aspek keadilan).
" Ini tentunya sudah menjadi keniscayaan dalam kerjasama pola Mudharabah, ketika anggota kami mengalami musibah," ujarnya.
Menurutnya, pola mudharabah dipilih karena mendapat hasil dinikmati bersama, dan jika ada kerugianpun ditanggung bersama.
" Selama ini para pedagang telah memberikan hasil keuntungan kepada kami, jika sekarang mereka mengalami musibah, maka sudah sepantasnya kami bantu meringankan beban mereka dengan membebaskan dari sisa pembiayaan," ungkapnya.
Dia mengaku, program tersebut telah dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Jawa Barat yang dilanda musibah kebakaran.
Selain membebaskan angsuran kepada sejumlah pedagang yang terkena musibah kebakaran di Pasar Cimindi Kota Cimahi, Koperasi simpan pinjam syariah Tamzis memberikan tambahan modal kerja kepada para pedagang.
Manager Tamzis Syariah Area Bandung Raya Umar Faruk, mengatakan, pemberian modal baru tersebut agar sejumlah anggotanya yang mengalami musibah kebakaran ini dapat segera berjualan kembali.
"Para pedagang ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Jadi, mereka harus segera memulai usahanya," katanya.
Dia menjelaskan, gelontoran modal kerja yang baru tersebut tetap menggunakan pola mudharabah yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pedagang.
"Kami berharap bisa terusmeningkatkan pelayanan dan bersama membangun sektor usaha kecil di Jawa Barat," pungkasnya. (RR)

Kegiatan Cimahi

Headline News