Pencarian :

Berita • Detail Berita

Pemkot Terus Sosialisasikan HET Beras

2017-09-06 09:01:38

CIMAHI - Agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan antara pedagang dan konsumen terkait harga beras pasca diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 tentang HET Beras Medium dan Premium, Pemkot Cimahi akan terus menyosialisasikannya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat melalui Kementrian Perdagangan telah menetapkan HET beras medium dan premium, yang berlaku mulai 1 September 2017 di pasar modern dan pasar tradisional. 

Penetapan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 tentang HET Beras Kualitas Medium dan Premium. Di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi, HET beras medium ditetapkan Rp9.450 per kilogram, sementara beras premium ditetapkan Rp12.800 per kilogram. 

Di wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara Timur serta Sumatra (kecuali Lampung dan Sumatra Selatan), HET beras medium dipatok Rp9.950 per kilogram dan beras premium Rp13.300 per kilogram. Sementara di wilayah Maluku dan Papua, HET ditetapkan Rp10.250 per kilo untuk beras medium dan Rp13.600 per kilo untuk beras premium. 

Kepala Seksi Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Agus Nirwan mengatakan, para pedagang beras baik yang ada di pasar tradisional maupun pasar modern telah mendapatkan surat edaran mengenai penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras.

"Kami sudah keliling ke pasar tradisional dan sebagian toko modern, tapi baru sebagian. Kami buatkan surat himbauan terkait HET beras," katanya, kepada pewarta, Rabu (6/9). 

Saat ini, harga beras di sejumlah pasar tradisional dan toko modern masih dibawah patokan HET. Meski begitu, di sejumlah pasar modern atau ritel seperti minimarket ada yang telah sesuai HET.

Sementara itu, sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Cimahi mengaku masih kebingungan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras kualitas medium dan beras premium. 

Rizal Arif Nuqoda (24), salah seorang penjual beras di Pasar Tradisional Cimindi menuturkan, permasalahan adanya aturan HET tersebut ketika harga dari petani mengalami kenaikan. Semisal harga beras medium dari petani naik dikisaran Rp9.200 per kilo dan dijual sesuai HET sebesar Rp9.450 per kilo, maka petani akan mengalami kerugian. 

"Kalau harga beras dari di daerah (petani) sudah naik mau gimana lagi. Bingung kalau harga naik dari petani," pungkasnya.

Kegiatan Cimahi

Headline News