Pencarian :

Berita • Detail Berita

50 Perusahaan Gunakan Batu Bara

2017-11-10 04:34:35

CIMAHI - Jumlah perusahaan di Kota Cimahi yang menjadikan batu bara sebagai bahan bakar produksi mencapai 50 perusahaan. Setiap dua tahun sekali mereka harus melakukan uji laboratorium terhadap pembuangan limbah pabrik yang dilakukannya.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Rahman mengatakan, tak hanya uji laboratoim mereka pun diwajibkan melakukan self monitoring setiap enam bulan. Teknisnya, mereka rutin harus memeriksakan emisi cerobong maupun udara embiennya dan harus dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup. 

"Selama ini mereka taat dalam membuat laporan monitoring sehingga kami bisa terus memantaunya," katanya, kepada pewarta, Kamis, (9/11).

Meski begitu diakuinya, asap yang ditimbulkan dari cerobong pabrik berbahan baku batu bara sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Bagi lingkungan, polusi yang ditimbulkan dari pembuangan cerobong pabrik bebahan batu bara akan menyebabkan kesuburan tanah bekurang, pucuk-pucuk pohon sulit tumbuh serta bisa menyebabkan monumen dari tembaga rusak.

secara alamiah batu bara di Indonesia mengandung sulfur. Apabila sulfur tersebut teremisi ke udara dalam bentuk gas dan menyatu dengan air hujan, maka akan membentuk asam sulfat yang akan menyebabkan hujan asam.

"Air hujan yang sudah terkontaminasi sama gas-gas yang udah terlarut, sehingga bisa menyebabkan hujan asam yang menjadikan kesuburan tanah berkurang. Juga pohon-pohon, terutama pucuk susah tumbuhnya," ucapnya.

Sementara bagi manusia, polusi yang ditimbulkan dari asap batu bara jelas sangat membahayakan bagi kesehatan. Imbas paling fatalnya bisa menyebabkan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Kalau dampak langsung ke kesehatan mah jelas, karena bisa terisap. Kalau dari emisi cerobong misalnya itu ada partikel-partikel halus itu bisa masuk ke paru dan bisa mengganggu kesehatan," pungkasnya.

Kegiatan Cimahi

Headline News