Pencarian :

Berita • Detail Berita

Lahan Terbatas, Rusunawa Jadi Pilihan Hunian

2018-05-16 04:23:27

CIMAHI.- Luas wilayah Kota Cimahi yang hanya 40,25 Km², namun masih banyak pengembang yang tertarik untuk membuat sebuah komplek perumahan terutama kawasan Cimahi Utara. Pembangunan konsep vertikal menjadi pilihan sehingga tidak menggunakan lahan terlalu luas namun bisa menampung banyak penghuni. 

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana, pembangunan dan alih fungsi lahan di KBU, khususnya Cimahi Utara, diatur oleh Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 2 tahun 2014, tentang KBU.

"Artinya, pembangunan atau alih fungsi lahan di wilayah utara Cimahi yang memang masuk ke dalam KBU diawasi langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Permasalahan mengenai penyalahgunaan alih fungsi lahan, kata Nur, biasanya muncul pada saat proses pembangunan oleh pihak swasta. "Sering melanggar aturan sehingga mengurangi ruang terbuka hijau, itu tidak boleh," katanya.

Menjamurnya kompleks perumahan di Cimahi, baik di bagian utara, selatan, maupun tengah, merupakan permasalahan akan tingginya kebutuhan rumah tinggal bagi warga Cimahi, yang tiap tahun semakin bertambah.

Nur mengatakan salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan akan hunian bisa disiasati dengan membangun perumahan dengan konsep hunian vertikal. Mengenai konsep hunian vertikal, konsep tersebut sudah tercantum dalam program Wali Kota Cimahi, sebagai upaya penyediaan hunian layak untuk semua warga Cimahi.

Saat ini, Kota Cimahi memiliki tiga unit hunian berkonsep vertikal, yang semuanya berbentuk Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Diantaranya Rusunawa Leuwigajah dan Rusunawa Melong di Cimahi Selatan, dan Rusunawa Cigugur Tengah.

"Salah satu solusinya itu dengan membuat hunian berkonsep vertikal. Dengan demikian alih fungsi lahan bisa ditanggulangi," tandasnya. (RR)***

Kegiatan Cimahi

Headline News