Pencarian :

Berita • Detail Berita

Hilangkan Praktik Suap Lelang Barang dan Jasa di Cimahi Lewat Modernisasi Sistem

2018-10-08 14:28:15

CIMAHI - Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cimahi, Asnadi Junaedi mengklaim, proses lelang barang dan jasa di Kota Cimahi kini bebas dari praktik suap-menyuap.

Sebab, kata Asnadi, pihaknya telah melakukan modernisasi dan pembenahan insfratruktur dari mulai jaringan hingga sistem. Pelayanan pengadaan lelang barang dan jasa pun sekarang sudah melalui sistem online dan dipastikan lebih transparan.

"Yang paling menonjol dalam sistem modernisasi ini,  Pokja (kelompok kerja) yang independen sehingga tidak bisa diinterpensi," tegas Asnadi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Jum'at (5/10/2018).

Proses modernisasi Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa dimulai sejak tahun 2017 atau tepat setelah terjadinya kasus suap yang menimpa dua mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija dan Atty Suharti.

Saat itu, kata Asnadi, dimulai dari komitmen pimpinan kemudian dilanjutkan dengan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pelaksanaan modernisasi. Ada 11 orang yang dikirim dari Kota Cimahi untuk mengikuti Bimtek tersebut.

"Hasilnya, semuanya mendapatkan sertifikat ahli pengadaan barang jasa," kata Asnadi.

Kemudian, Wali Kota Cimahi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang diberi nama Pokja. Pokja merupakan salah satu yang disyaratkan dalam modernisasi.

"Ada Pokja 1 (satu) sampai 3 (tiga), dengan jumlah personil 10 orang," terang Asnadi.

Selain dengan modernisasi, untuk mencegah aksi praktik suap-menyuap dalam proses lelang barang dan jasa, ditunjang juga dengan perubahan struktur organisasi sehingga namanya berubah menjadi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, terpisah dari Administrasi Pembangunan (Adbang).

"Sekarang kami dianggap independen yang sudah punya organisasi sendiri. Jadi ada infrastruktur, SDM dan organisasi," ujar Asnadi.

Diakui Asnadi, perubahan sistem dalam proses lelang barang dan jasa di tubuh Pemkot Cimahi cukup menyita waktu panjang. Alhasil, klaim dia, siapapun perusahaan barang jasa yang ingin menang proyek di Kota Cimahi harus melalui sistem online dan seleksi yang lebih ketat.

Dalam modernisasi semua sistem pengadaan barang dan jasa lama sudah digantikan dengan sistem yang baru. Semuanya melalui sistem, tidak seperti dulu yang harus memasukan dulu berkas dan ditumpuk di meja.

Nantinya, jika perusahaan ingin mengikuti lelang, maka harus mendaftar bisa dilihat dari situs resmi lpse.cimahikota.go.id. Pokja yang sudah dibentuk pun akan melakukan penelurusan terhadap perusahaan yang mendaftar.

"Sistem ini sudah sesuai dengan Cimahi Cyber City dimana dalam pelaksanaannya tidak ada yang dilakukam secara manual," jelasnya.

Jadi, tegas dia, dengan modernisasi sistem pengadaan barang dan jasa serta Pokja yang independen, tak akan ada aksi suap menyuap maupun intepensi dalam keputusan pemenang lelang.

"Kecuali disanggah (bisa). Kalau sanggahan itu juga benar. Karena tidak bisa diinterpensi, maka tidak akan ada kecurangan atau titipan baik dari Ketua Dewan, Wali Kota atau pun yang lainnya," pungkas Asnadi. (FB)

Kegiatan Cimahi

Headline News