Pencarian :

Berita • Detail Berita

Great IT for Great Business & Government

2018-12-06 04:03:38

Jakarta, 6 Desember 2018 

Acara puncak kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan IT & TELCO yang terbesar dan  paling kredibel di Indonesia, yang diselenggarakan oleh majalah It Works, berlangsung di Golden Ballroom – The Sultan Hotel Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018. Event TOP IT & TELCO 2018 ini, dihadiri oleh 500 audience. Beberapa Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, dan Para CEO serta IT Manager, hadir dalam kegiatan ini untuk menerima penghargaan bergengsi tersebut. 

Penilaiannya dilakukan secara obyektif dan independen oleh para pakar IT yang tergabung di beberapa asosiasi IT & TELCO terhadap perusahaan dan instansi pemerintahan, termasuk kementerian dan lembaga negara. TOP IT & TELCO 2018 ini, merupakan event tahunan yang ke-5, sejak pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 2014. 

Dalam TOP IT & TELCO 2018 ini, tema yang diangkat adalah Great IT for Great Business & Government. Artinya, dengan membangun Solusi IT & TELCO yang hebat, maka kita akan dapat membangun bisnis dan pemerintahan yang hebat pula, terutama dalam mengadapi era digital yang bersifat disruptive ini. 

Event TOP IT & TELCO 2018 ini diselenggarakan oleh majalah It Works, yang bekerjasama dengan beberapa asosiasi TI TELCO dan Konsultan TI Independen. Majalah It Works adalah penyempurnaan dari Itech, dimana majalah Itech sudah tidak diterbitkan lagi oleh PT Madani Solusi Internasional, karena sudah disempurnakan menjadi majalah It Works. 

Komitmen Tinggi Pemerintah dan Pelaku Bisnis
Dinamika baru di era digital, memaksa kita untuk terus melakukan implementasi dan inovasi TI TELCO. Internet of Thing (IoT), Big data, Blockchain, Cloud computing, Artificial Intelligence (AI), Digital smart concept, Financial technology (fintech) serta beberapa tren baru lainnya, terus berkembang. “Never ending to improvement & innovation” menjadi kunci penting agar bisa terus eksis dan berdaya saing tinggi di era pasar global, baik bagi pelaku bisnis dan instansi pemerintahanseperti kementerian dan lembaga, serta pemerintahan provinsi, kota, dan kabupaten. 

Terkait dinamika tersebut, Pemerintah telah menunjukkan komitmen IT yang tinggi. Peraturan Presiden (Perpres) No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), telah  ditetapkan pada 2 Oktober 2018 lalu. Perpres SPBE tersebut telah menjadi angin segar tentang tingginya komitmen pengelolaan pemerintah berbasis IT, untuk mewujudkan proses kerja pemerintahan yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmen tersebut makin jelas, ketika Presiden Jokowi juga mendorong pelaku bisnis untuk masuk ke era Industri 4.0 (atau dikenal Four point O Industry). Pemerintah RI telah mencanangkan “Making Indonesia 4.0” sebagai roadmap (peta jalan utama) menuju era Industri 4.0 yang sarat dengan penggunaan teknologi informasi dan digitalisasi IoT (Internet of thing). 

Bagi pelaku bisnis, penggunaan solusi digital IT TELCO, sudah menjadi salah satu kebutuhan utama. Jika tidak ingin terlibat di era digital yang disruptive, maka penggunaan solusi TI TELCO berbasis digital, mutlak diperlukan. 

Untuk mendorong kebehasilan peningkatan implementasi dan pemanfaatan solusi TI TELCO berbasi digital di Indonesia, maka diselenggarakanlah kegiatan penilaian dan penghargaan TOP IT & TELCO 2018 ini. 

Acara puncak TOP IT & TELCO 2018 ini, juga ditayangkan secara live di chanel YouTube.com, dan dapat diikuti di sosial media It Works: Facebook ITWORKS.ID, Twitter ITWORKSDOTID, dan Instagram ITWORKSDOTID. 

Tak Sekedar Award, ada Nilai Tambah
Kegiatan TOP IT & TELCO ini, tak sekedar ajang penilaian dan penghargaan semata. M. Lutfi Handayani, MM., MBA, selaku Ketua Penyelenggara, sekaligus Pemimpin Redaksi majalah It Works, menegaskan bahwa banyak manfaat yang diperoleh peserta dalam kegiatan ini. Diantaranya “Sesi Nilai Tambah”. Sesi ini berupa pendapat, saran, dan masukan dari Dewan Juri kepada Peserta untuk pengembangan solusi IT & TELCO nya kedepan. Sesi Nilai Tambah diberikan kepada peserta, pada saat mengikuti Wawancara Penjurian. Selain itu, peserta dapat belajar dari peserta lainnya, karena dapat mengikuti presentasi peserta lainnya yang bukan kompetitor bisnisnya. Banyak peserta yang sangat tertarik untuk mengikuti kegiatan ini, karena seolah mendapat konsultasi IT “gratis”. 

Lutfi menjelaskan, bahwa kegiatan TOP IT & TELCO ini diikuti oleh 200 perusahaan dan instansi terbaik yang direkomendasikan oleh para pakar IT TELCO, lalu terpilih 150 perusahaan finalis. Ada 3 metode penilaian yang dilakukan. 

Pertama adalah (1) Kuesioner dan Wawancara Penjurian untuk menilai keberhasilan implementasi dan pemanfaatan solusi TI TELCOnya. Kedua, Kuesioner dan riset tentang Rekomendasi User IT TELCO untuk penilaian kategori Business Solution, dan ketiga adalah Market Research di enam kota besar yaitu Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Medan, Makasar, dan Balikpapan, mendapatkan index penilaian customer/ masyarakat terhadap produk-produk IT TELCO.    

Temuan Penting selama Penilaian 
Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin MSc. MEng., Ketua Dewan Juri TOP IT & TELCO 2018 menyampaikan beberapa temuan penting selama proses penilaian berlangsung. Selama proses presentasi dan wawancara penjurian berlangsung, Dewan Juri menemukan beberapa temuan penting terkait implementasi TI di perusahaan dan instansi pemerintahan.

Selain fokus pada pengembangan aplikasi dan solusi TI TELCO, sebaiknya manajemen Perusahaan dan Instansi Pemerintahan, juga harus membangun IT Culture, agar pemanfaatan Solusi IT TELCO-nya menjadi maksimal. Perhatian terhadap pengembangan IT Culture, dinilai masih belum maksimal. Semahal dan sehebat apapun fitur aplikasi/ solusi bisnis yang dikembangkan, akan menjadi tidak maksimal dalam pemanfaatannya jika IT Culture tidak dibangun dengan lebih serius. 

IT Security, masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional kita jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistema keamanan IT kita masih lemah.

Oleh karena itu, Dewan juri merekomendasikan penggunaan BlockChain dalam pengembangan solusi digital kedepan. Blockchain dirancang agar aman (secure by design) dan merupakan contoh sistem komputasi terdistribusi dengan Byzantine Fault Tolerance (BFT) yang tinggi sebagai smart contacts. Konsensus terdesentralisasi dapat dicapai dengan blockchain yang membuat teknologi ini cocok untuk merekam peristiwa, catatan medis, catatan transaksi keuangan digital, dan aktivitas pengelolaan record lainnya. Seperti manajemen identitas, pemrosesan transaksi keuangan, dokumentasi barang bukti, pelacakan (tracking system), hingga aplikasi system kepemerintahan seperti pemungutan suara (voting) yang membutuhkan sistem keamanan tinggi.

Teknologi blockchain difungsikan sebagai buku besar publik secara digital untuk semua transaksi yang terjadi dalam jaringan. Blockchain dikelola oleh sebuah jaringan secara kolektif dengan mengikuti protokol tertentu untuk komunikasi antar node dan mengkonfirmasi blok-blok dari pengguna.

Pentingnya singkronisasi dan integrasi aplikasi yang didevelop oleh Pemerintahan Pusat, yang digunakan/ diinput oleh instansi daerah. Ada sekitar 45 aplikasi dari beberapa Kementerian  dan Lembaga di pusat, yang harus digunakan dan diinput datanya oleh instansi di daerah. Begitu data sudah ditarik ke pusat, maka ketika Pemda memerlukan data yang sama, mereka harus melakukan input data ulang. Selain menjadi tidak efisien karena harus melakukan input data dua kali, data yang dihasilkan pun seringkali berbeda. Jadi tidak heran, jika data masing-masing instansi di negeri ini, seringkali berbeda. Oleh karena itu perlu ada Goverment Platform untuk aplikasi-aplikasi layanan publik.

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius agar Government platform ini dapat berjalan lebih efektif, diantaranya adalah:
- Penguatan payung hukum ditingkat pelaksanaan 
- Kepastian ketersediaan sumber daya berupa anggaran, tim, dan infrastruktur. 
- Strategy to public (atau mengkomunikasikan dan mengedukasi publik sebagai pengguna aplikasi)
- Penanggung jawab aplikasi harus disesuaikan dengan Tupoksi OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Seperti yang dijelaskan dalam Perpres SPBE, bahwa Aplikasi ada yang bersifat ‘generik” yang disiapkan oleh pusat untuk daerah, dan ada aplikasi yang disiapkan daerah itu sendiri. Hal harusnya dapat diintegrasikan. 
- Infrastruktur utk GSI - Government Secured IntraNet.  Ini harus disiapkan dan dioperasikan oleh satu OPD aja, tapi dapat dipakai oleh semua OPD.

Kategori Penghargaan
Penghargaan yang diberikan dalam kegiatan ini, terdiri dalam beberapa kategori:

Pertama adalah TOP IT Implementation, yang dibagi dalam beberapa sektor usaha. 

Kedua adalah kategori TOP Business Solution yang diberikan kepada principal/vendor global dan lokal, yang penilaiannya dilakukan melalui rekomentasi user IT & TELCO di Indonesia. Solusi Bisnis yang paling banyak direkomendasikan oleh perusahaan/user, ditetapkan sebagai Business Solution yang terbaik,  sehingga mendapatkan penghargaan TOP IT Business Solution 2018. 

Ketiga adalah TOP IT & TELCO Hardware yang penilaiannya dilakukan melalui market research, khusus utk produk hardware dan telco. Peserta berkesempatan untuk mendapatkan hasil analisis market research setebal 120 halaman.  

Adapun yang keempat, adalah kategori khusus dimana Dewan Juri memberikan penghargaan atas inovasi-inovasi tertentu, yang layak diapresiasi. Sedangkan kelima, adalah kategori TOP Digital Transformation Readiness, yakni indeks kesiapan perusahaan dan instansi pemerintahan dalam melakukan tranformasi digital. 

Ditambahkan pula, bahwa Keputusan Dewan Juri bersifat tetap dan final. Namun, jika ditemukan kasus, berita negatif, atau informasi lain yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap hasil penilaian, maka Dewan Juri melalui panitia, akan meminta informasi dan klarifikasi dari finalis yang bersangkutan, dimana kasus/ berita negatif tersebut dapat berpotensi membatalkan penghargaan yang diperolehnya dari ajang Top IT & TELCO 2918 ini.

Tentang TOP IT & TELCO 2018
Kegiatan TOP IT & TELCO merupakan kegiatan corporate rating (award) sekaligus pembelajaran Solusi Bisnis berupa TI TELCO digital bagi korporasi dan instansi pemerintahan. Kegiatan TOP IT & TELCO 2018 ini diselenggarakan oleh majalah It Works. Brand/ merek TOP IT & TELCO telah kami daftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual - Kementerian Hukum dan HAM RI. 

Tentang Majalah It Works  
Majalah It Works adalah majalah cetak bulanan dan online, yang mengulas tentang solusi bisnis (IT TELCO Digital). Majalah It Works merupakan penyempurnaan dari majalah Itech, sebagai upaya inovasi untuk memberikan layanan informasi solusi bisnis bidang IT TELCO/digital yang lebih maksimal kepada masyarakat pembaca, termasuk korporasi bisnis dan instansi pemerintahan. Majalah Itech sudah tidak diterbitkan lagi oleh PT Madani Solusi Internasional, karena sudah disempurnakan menjadi majalah It Works. (TOP IT & TELCO)

Kegiatan Cimahi

Headline News