Pencarian :

Berita • Detail Berita

Sukses Menjalani Gerakan Menuju 100 Smart City, 50 Kota/Kabupaten Kini Memiliki Rencana Induk Pembangunan Smart City

2018-12-14 09:41:09

Jakarta, 14 Desember 2018 – Gerakan Menuju 100 Smart City 2018 berhasil membimbing 50 kota/kabupaten terpilih dalam menyusun rencana induk (masterplan) pembangunan berbasis smart city. Dengan tersusunnya rencana induk ini, pemerintah kota/kabupaten memiliki rencana berbasis teknologi yang terarah dalam menjawab tantangan dan peluang yang dihadapi masing-masing daerah.

Untuk mengapresiasi keberhasilan tersebut, Pemerintah RI memberikan penghargaan kepada 50 kota/kabupaten dalam acara yang berlangsung di Indonesia Convention Center pada Jumat (14/12). Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, serta dihadiri kementerian terkait.

“Visi utama Gerakan Menuju 100 Smart City adalah mendorong pemerintah daerah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi” ungkap Rudiantara. “Jadi yang dikedepankan di program ini adalah strategi meningkatkan pelayanan masyarakat, sementara teknologi hanya menjadi enabler  dari usaha tersebut” tambah Rudiantara.

Tonjolkan Kreativitas
Gerakan Menuju 100 Smart City sendiri telah dimulai sejak tahun 2017, yang kala itu melibatkan 25 kota/kabupaten. Tahun ini, terpilih 50 kota/kabupaten yang akan disusul 25 kota/kabupaten lainnya di tahun 2019 nanti. Pemilihan 100 kota/kabupaten ini sendiri berdasarkan berbagai faktor, seperti Kondisi Keuangan Daerah, Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (data Depdagri), serta Indeks Kota Hijau (versi Kementerian PUPR).

Bahan pertimbangan lain adalah kesiapan daerah yang diukur dari visi kepala daerah, kelengkapan infrastruktur, regulasi, dan SDM yang mengacu pada konsep pemerataan dan Nawa Cita.

Gerakan Menuju 100 Smart City sendiri adalah gerakan yang diinisiasi Kementerian Komnukasi dan Informatika dan didukung oleh Departemen Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PUPR, Kantor Staf Kepresidenan, Departemen Keuangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Sedangkan tim ahli terdiri dari akademisi dan praktisi dari UI, ITB, UGM, Perbanas, BPPT, INSW, KTII, dan Citiasia.

“Smart city di Indonesia perlu menujukkan dan memunculkan kekhasan daerah yang menjadi daya tarik dan menawarkan kearifan lokal tiap daerah, dan tidak sekedar mengikuti trend yang ada” ungkap Wikan. Dr. Wikan Danar Sunindyo, dosen ITB yang menjadi salah satu anggota tim pembimbing. “Kreativitas yang tepat dapat memberikan solusi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi daerah-daerah saat ini, sekaligus sebagai antisipasi di masa depan” tambah Wikan.

Setelah memiliki rencana induk smart city, 50 kota/kabupaten terpilih diharapkan dapat secara konsisten menjalankan program tersebut. Selain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di daerah masing-masing, kota/kabupaten yang telah mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City diharapkan juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lainnya.

Pada kegiatan tersebut Kota Cimahi diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Dr. Maria Fitriana, S.Sos, M.M mendapat penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc.

Kegiatan Cimahi

Headline News

Artikel Populermore