Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Keistimewaan Malam Nuzulul Qur'an

Tanggal diterbitkan: 28/05/2019


Tak terasa kita telah menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan tahun ini akan memasuki hari yang ke 17. Dan di malam 17 Ramadhan, sering kita kenal dengan malam Nuzulul Qur’an. Banyak sekali keistimewaan malam nuzulul qur’an dibanding dengan malam – malam di bulan Ramadhan yang lainnya. Selama ini kita tahun bahwa semua hari itu istimewa, apalagi hari–hari di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, mari kita pahami bersama mengenai keistimewaan malam nuzulul qur’an dalam syariat islam.

         Secara bahasa, Nuzulul Qur’an memiliki arti turunnya Al-Qur’an . Dan secara Istilah nuzulul Qur’an memiliki arti peristiwa yang sangat penting mengenai pertama kali turunnya Al-Qur’an kepada Rasulullah Saw yang diawali dengan surat Al-Alaq : 1-5. Malam nuzulul qur’an secara singkat memiliki arti malam dimana Allah swt menurunkan kitab suci Al- Qur’an kepada Rasulullah saw.

Jika kita melihat atau merujuk dari pengertian malam nuzulul qur’an, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa keistimewaan dari malam Nuzulul Qur’an adalah sebagai berikut :

1. Malam turunnya Al- Qur’an 

Keistimewaan malam nuzulul qur’an yang pertama yaitu malam turunnya Al- Qur’an. Dan ini tidak terjadi di malam–malam yang lain, maka dari itu sudah jelas ini merupakan keistimewaan dari malam Nuzulul Qur’an. Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk Nabi Muhammad sendiri, melainkan untuk  pembeda antara hak dan batil serta merupakan petunjuk bagi umat muslim. Allah Swt berfirman :

Alif lam mim. Ini adalah kitab yang tidak ada keraguan sedikit pun padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. al-Baqarah: 1-2)

Di dalam Al-Qur’an terkandung ilmu yang meyakinkan; sehingga ia akan bisa menyingkirkan keragu-raguan. Sebab penafian keraguan dalam ungkapan ‘tidak ada keraguan sedikit pun padanya’ adalah suatu ungkapan penafian yang memiliki konsekuensi penetapan kebalikan darinya; sementara kebalikan dari keraguan adalah keyakinan.

 

2. Diturunkannya Wahyu yang pertama

Di malam Nuzulul Qur’an, Allah Swt menurunkan wahyu yang pertama melalui perantara malaikat Jibril a.s. Dan wahyu yang pertama diturunkan yaitu surah Al- ‘Alaq ayat 1- 5 . Dan tempatnya berada di gua hira’.

Agama Islam adalah agama yang dianut oleh miliaran kaum muslim seluruh dunia, dan merupakan way of life yang menjamin kebahagiaan hidup pemeluknya di dunia dan di akhirat, karena agama Islam mempunyai satu sendi utama yang esensial berfungsi memberi petunjuk ke jalan yang sebaik-baiknya; yaitu kalamulah.

Al Quran pertama kali turun pada malam Lailatul Qadr di sebuah gua Hira dengan ayat yang pertama dalam Surat Al-Alaq ayat 1-5, ini didasarkan pada firman Allah SWT, pada Surat Al-Qadr, dan ayat yang terakhir turun adalah ayat mengenai riba. Al Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadhan tahun pertama kenabian atau di waktu Nabi Muhammad SAW telah di angkat menjadi Nabi Muhammad SAW.

Sampai saat ini, tanggal tersebut diperingati oleh umat Islam Indonesia setiap tahun sebagai malam peringatan Nuzulul Qur’an. Sebenarnya para ulama mengenai hal ini tidak sependapat. Ada tiga pendapat, mengenai ayat atau surat pertama sekali turun, yaitu ada yang mengatakan Surat Al-Fatihah, Surat Al-Mudatstsir, dan pendapat yang terkuat adalah Surat Al-‘Alaq. Semua pendapat ini masing-masing mempunyai alasan.

Tentang ayat pertama turun Imam Al-Bukhari meriwayatkan dua hadits yang berbeda. Salah satunya mengatakan bahwa ayat pertama turun adalah lima ayat pertama Surat Al-‘Alaq (seperti teks di atas). Hadits riwayat Imam Al-Bukhari yang bersumber dari Aisyah ra ini menyatakan sahih oleh dua tokoh hadits yang lain. Yaitu oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak-nya dan oleh Al-Baihaqiy dalam Dalil-nya. Kemudian Al-Thabraniy dalam kitabnya Al-Kabir dengan sanad-nya sendiri- yang bersumber dari Abi Raja Al-Aththardiy menyatakan:”Abu Musa mengajarkan kami mengaji. Beliau menyuruh kami duduk ber-halaqah. Beliau mengenakan dua baju putih. Jika beliau membaca surat ini:

Beliau menyatakan: “Ini adalah surat pertama yang turun kepada Muhammad SAW.

3. Diangkatnya Nabi Muhammad Saw menjadi Nabi terakhir

         Sejak kecil memang sudah muncul ciri–ciri kenabian dalam Nabi Muhammad Saw. Namun di usia 40 tahun, baru Allah Swt secara resmi mengangkat Nabi Muhammad Saw menjadi seorang Rasul. Dan diangkatnya beliau menjadi Nabi, terjadi pada saat wahyu yang pertama beliau terima yaitu di bulan Ramadhan tepatnya pada malam Nuzulul Qur’an.

         Nabi muhammad saw juga merupakan nabi akhiruzzaman, yang artinya sebagai nabi terakhir dan merupakan nabi yang membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.

         Kewajiban kita saat ini yaitu selain mempercayai dengan adanya peristiwa Nuzulul Qur’an. Tetapi kita juga harus mampu mengamalkan segala hal yang sudah di ajarkan Rasulullah Saw dalam beribadah kepada Allah Swt. Serta kita juga harus rajin membaca Al-Qur’an , namun juga harus memahami isinya dan harus mengamalkannya.

         Di Indonesia, dewasa ini setiap malam nuzulul qur’an banyakdiperingati dengan mengkhatam al-qur’an secara bersama–sama, khatam al-qur’an sendiri, bahkan ada juga yang menjalankan pengajian dengan tema Nuzulul Qur’an. Tentu semua itu merupakan antusias umat islam dalam menyambut datangnya malam Nuzulul Qur’an yang agung itu.

         Hal ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt dan merupakan bentuk peringatan peristiwa yang sangat istimewa. Karena sesungguhnya peristiwa malam Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa yang perlu di peringati selain istimewa, malam Nuzulul Qur’an juga merupakan waktu yang sangat penting bagi kita semua sebagai umat muslim.

         Malam Nuzulul Qur’an merupakan malam turunnya petunjuk bagi umat muslim dalam menjalankan kehidupan di dunia untuk menuju kehidupan abadi yaitu kelak di akhirat. Begitu istimewanya peristiwa malam Nuzulul Qur’an. Dan ternyata malam Nuzulul Qur’an sangat berguna bagi seluruh umat muslim baik yang hidup di masa lalu, masa sekarang atau masa yang akan datang.

Semoga dengan penjelasan di atas, kita mampu lebih khusuk dan istiqomah dalam beribadah. Serta lebih rajin lagi dalam bertadarus membaca Al-Qur’an. Karena sesungguhnya  walaupun hanya satu ayat jika membacanya penuh dengan keikhlasan dan hanya mencari Ridho Allah Swt, maka pahala yang berlipat bagi orang tersebut, apalagi dibacakan pada malam yang istimewa dan di bulan yang istimewa. Wallahu a’lam

Kegiatan Cimahi

Headline News