Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Damailah Ramadhanku

Tanggal diterbitkan: 28/05/2019


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan, pengampunan, dan perdamaian. Karena pada bulan Ramadhan ini, seluruh umat islam di berlahan dunia melaksanakan shaum dan mengharap pengampunan dari Allah Swt. Semuanya berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik untuk bulan Ramadhan ini, semuanya menghormati bulan Ramadhan.

         Di bulan Ramadhan ini pula tertulis sejarah perdamaian dunia. Misalkan Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun 1364 H, walaupun tanggal hijriahnya masih mengandung kontroversi.  Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad pada tanggal 17 bulan Ramadhan sebagai pedoman dan petunjukkan dalam menjalankan kehidupan bagi umat manusia. Pembebasan Mekkah, yang dikenal dengan (fathu makka) terjadi pada tahun 630 M. bertepatan pada tanggal 10 Ramadhan 8 H dimana Nabi Muhammad bersama 10.000 pasukan bergerak dari Madinah Al-Munawaroh menuju Makkah yang kala itu masih dikuasasi oleh para kafir Quraiys dan membebaskannya tanpa ada pertumpahan darah. Dan beberapa sejarah yang lain terjadi di bulan Ramadhan

         Rentetan sejarah di atas menandakan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan perdamaian.  Pada era kontemporer ini, perdamaian harus dimiliki dan aplikasikan oleh seluruh umat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan umat islam masa kini harus menjadikan perdamaian sebagai basis dalam menjalankan kehidupan khususnya di bulan Ramadhan.

         Dalam meuwujudkan perdamaian itu, salah satunya bagaimana kita menyikapi hasil pemilu dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 ini. Berakhirnya perhelatan Pemilu 2019 yang digelar serentak pada Rabu (17/4/2019) lalu diharapkan dapat kembali menyatukan masyarakat. Sebab hakikatnya, meski dalam pemilu banyak elemen masyarakat yang berkompetisi, tujuannya adalah sama, menuju kondisi bangsa yang lebih baik, menuju Indonesia yang damai dan sejahtera untuk kepentingan bersama.

         Hadirnya bulan Ramadhan di tengah-tengah perbedaan pandangan dalam menyikapi hasil pemilu 2019. Melalui puasa ini, sejatinya kita menyampaikan, bahwa agama Islam senantiasa menyebarkan paham perdamaian, Islam tidak menyebarkan paham kekerasan, dan Islam mengajarkan kebaikan untuk sesama. Hal ini dikuatkan, barang siapa yang mengerjakan puasa harus menahan diri. Baik dalam ruhani maupun jasmani. Dirinya harus menjaga hatinya, lisannya, hingga tingkah lakunya agar tetap berada dalam jalur ridho Allah Swt.

         Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta termasuk hewan, tumbuhan dan sesama manusia. Dalam Al-Quran surat Al-Anbiya, yang mengatakan “Dan tidaklah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.

         Ini menunjukkan Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah. Semua terlihat sama, hanya akhlak yang akan mengantarkan kebaikan untuk dirinya sendiri. Sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah dan hadits yang diriwayatkan al-iman dan al-hakim. Beliau mengatakan, “Siapa yang dengan sewenang-wenang membunuh burung, atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepadanya.

         Bisa dibayangkan, jika manusia bisa memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dengan benar.  Akan dirinya akan paham keindahan dan kedamaian. Islam adalah rahamatal lil ‘alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba, atau dalam bahasa lain rahmat sering diartikan sebagai dengan kasih sayang.

         Jadi bisa disimpulkan, tidak ada paham kekerasan dalam ajaran islam, dimana islam senantiasa menyampaikan perdamaian dan kedamaian untuk umat. Jika ada perbedaan, maka Islam senantiasa mengajaknya pada jalur-jalur yang konstitusiuonal atau dengan musyawarah yang baik, karena Islam mengajarkan tentang system musyawah. Jika ada beberapa saudara kita yang ingin melakukan sesuatu yang menimbulkan fitnah dan adu domba, maka sejatinya ia tidak paham akan makna islam yang rahmatan lil ‘alamin.

         Dari gambaran di atas, saya mengajak kepada umat islam pada bulan Ramadhan ini, selain bulan penuh berkah, pengampunan juga merupakan bulan penuh perdamaian. Walaupun berbeda dalam pandangan ijtihad pilihan dan perbedaan madzhab lainnya, hakikatnya kita semuanya mengharap ridha dari Allah tanpa melihat ras, bahasa, dan aliran. Semuanya berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan dengan mengaji al-Qur’an dan beri’tikaf di masjid. Hal ini manandakan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan pemersatu umat manusia di seluruh penjuru dunia. Dengan Ramadhan ini, perdamaian dapat terus tertanam dari di seluruh umat manusia. Jika sifat perdamaian di atas diterapakan dalam kehidupan sehari-hari di luar bulan Ramadhan, maka ketenangan hidup akan dicapai.

Kegiatan Cimahi

Headline News