CIMAHI,- Serangan ulat bulu muncul di RT 2 RW 4 Gang Empi Jln. Kamarung Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi. Kemunculan ulat bulu langsung dilaporkan warga ke Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi. Petugas pun memeriksa jenis ulat bulu, mengambil sampel, dan melakukan penyemprotan tanaman dengan insektisida.
Menurut Kabid. Pertanian drh. Suyoto, Kota Cimahi memang kerap dilanda serangan ulat buru. keberadaan ulat bulu sudah mulai masuk ke rumah-rumah warga. Akibat serangan ulat bulu dapat menurunkan produksi tanaman tersebut. Sedangkan, pada manusia hanya berupa gatal-gatal saja dan tidak menimbulkan kematian.
"Ulat bulu sebelumnya menjadi hama di perkebunan. Namun, karena burung sebagai predator semakin sedikit maka pertumbuhan ulat bulu semakin banyak," katanya. Selain itu, faktor alih fungsi lahan ikut mempengaruhi keberadaan ulat bulu. Habitat hewan banyak yang hilang dan berubah menjadi bangunan, sehingga mereka berkumpul pada satu lokasi.
"Faktor manusia yg merusak, gejala perubahan iklim, banyak hutan dan kebun berubah jadi perumahan," tuturnya.
Untuk mengantisipasi serangan ulat bulu terus meluas, lanjut Suyoto, pihaknya melakukan penyemprotan pepohonan dengan cairan insektisida. Pohon yang terlalu rindang dan tanaman yang terlalu rimbun dipangkas. Sanitasi lingkungan juga harus dijaga agar tidak muncul lagi.
"Antisipasi dengan cepat agar tidak menyebar. Sebab, angin bertiup kencang dan memudahkan penyebaran. Kalau sudah banyak pohon yang terserang, akan sulit penanganannya," katanya. (NF)