CIMAHI - Sebagai bahan pangan utama, singkong waji ditanam di kawasan Kampung Adat Cireundeu di RW 10 Kel. Leuwigajah Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi. Budidaya singkong akan terus dikembangkan di Cirendeu, selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi juga untuk penelitian varietas singkong di Jawa Barat.
Menurut tokoh pemuda Kampun Adat Cirendeu Asep Abas, pemilihan singkong sebagai bahan pangan utama disebabkan masyarakat tidak mau dijajah lahir batin "Saat sedang penjajahan oleh Belanda, masyarakat adat tidak mau urusan perut juga dijajah. Mereka mencari bahan pangan selain beras karena sudah diperkirakan sawah akan menyusut terus. Dan akhirnya menemukan singkong sebagai bahan makanan pokok," ucapnya. Dengan menanam singkong dan mengolah menjadi beragam makanan, maka masyarakat Cirendeu tak bergantung pada pihak luar dalam urusan konsumsi.
Kearifan lokal di masyarakat adat Cirendeu menjadikan Kampung Adat Cirendeu sebagai unggulan program ketahanan pangan. Kebiasaan makanan masyarakat tersebut mengkonsumsi singkong menjadikan Kampung Cirendeu menjadi Desa Wisata Ketahanan Pangan (Dewitapa). Hal itu menjadi diversifikasi pangan di Kota Cimahi, tentunya kebiasaan yang menjadi budaya itu akan terus dilestarikan. (NF)