Loading...

Cimahi Dapat Jatah 30 Truk Beras

Administrator 16 Juni 2015 607 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI - Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi mengaku mendapatkan kuota 30 truk paket beras untuk raskin dan Operasi Pasar (OP).

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi, Huzen Rachmadi mengatakan, 15 truk dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat miskin atau raskin dan sisanya digunakan untuk menormalkan harga beras di pasaran.

"Untuk operasi pasar murah sudah ditempatkan di Pasar Cimindi dan Pasar Atas. Sedangkan 15 truk lagi untuk program raskin di daerah Cibeureum dan Leuwigajah," katanya, kepada pewarta, Selasa (16/6/2015).

Kapasitas masing-masing truk itu berisi paket 15 kg beras, 1 ton beras isi paketĀ  masing-masing 5 kg, dan 1 ton paket gula pasir dengan isi masing-masing 1 kg. Untuk beras dijual dikisaran Rp8.200/kg dan untuk gula dijual seharga Rp10.900/kg.

Untuk menyemarakan kegiatan Operasi Pasar (OP) beras dan gula jelang bulan puasa tahun ini, pemerintah melalui Perum Bulog menyiapkan 300.000 ton beras dan 25.000 ton gula pasir.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, mulai Senin (15/6) kemarin pemerintah melakukan OP secara serentak di sejumlah daerah seperti Bandung, Medan, Palembang, DKI Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar.

"Beras untuk OP dijual dengan harga Rp8.200/kg, sedangkan gula dijual dengan harga Rp10.900/kg. OP dilaksanakan Satgas yang telah ditunjuk," katanya.

Khusus OP di Bandung, Bulog akan membanjiri pasar dengan beras sebanyak 120 ton, gula pasir 25 ton dan bawang merah 10 ton. OP akan dilakukan selama bulan Ramadan di 15 pasar tradisional yang ditunjuk Dinas Perdagangan setempat.

Untuk Kota Bandung ada enam lokasi pasar, empat pasar di Kab Bandung, dua pasar di Kab Bandung Barat dan dua pasar di Kota Cimahi serta satu pasar di Kab Sumedang.(ha)