CIMAHI - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi meyebutkan setidaknya delapan kelurahan telah mengajukan permohonan pengiriman air bersih. Kelurahan tersebut, menjadi daerah yang paling parah terkena dampak El Nino.
Kepala Bidang Air Bersih pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi Djani Ahmad Nurjani menyebutkan, sejumlah kelurahan yang mengalami kekeringan itu antara lain
Kelurahan Leuwigajah, Cibeber, Melong, Setiamanah, Cibabat, Cipageran, Padasuka dan Pasirkaliki. Dilihat dari letak geografisnya, kelurahan tersebut mewakili masing-masing kecamatan.
"Kami telah membuat jadwal pengiriman air bersih secara rutin seminggu dua kali untuk satu lokasi. Biasanya, satu lokasi kami kirim satu tanki," katanya, kepada pewarta, Minggu (13/9/2015).
Sebenarnya, warga yang membutuhkan pasokan air bersih rutin terjadi setiap tahun. Akan tetapi, tak dipungkirinya, musim kemarau tahun ini jauh lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan mengenai kesiapan armadanya sendiri, DKP tidak bisa mengandalkan satu mobil tanki yang dimilikinya.
"Kami terkadang menggunakan mobil tanki langsung dari penjual air atau pinjam ke Kantor Lingkungan Hidup. Karena dalam sehari, kami bisa mengirim air bersih ke beberapa lokasi yang membutuhkan," ujarnya.
Akan tetapi, masalah terbesar dalam pemenuhan air bersih bagi warga ini terletak bukan pada armada melainkan pada sulitnya mendapatkan pihak yang menjual air bersih itu sendiri. Sebab, PDAM Tirta Raharja selama ini membatasi pembelian yang dilakukan pemkot.(ha)