CIMAHI - Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar menginstruksikan kepada seluruh kabupaten/kota untuk segera membentuk lembaga khusus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pasalnya, potensi akan kemungkinan terjadinya bencana alam di Wilayah Jawa Barat (Jabar) sangat tinggi.
Menurutnya, Jawa Barat merupakan ring of fire sehingga tidak ada satu jengkal pun yang bebas dari kemungkinan potensi bencana. Dengan begitu, semestinya BPBD cepat dibentuk dan harus bersinergis dengan Tagana, Basarnas (Badan SAR Nasional) dan komunitas peduli bencana lainnya.
"Kalau engga akan repot, karena Jawa Barat ini kalau hujan minimal itu kan bisa longsor, bukan cuma banjir," Deddy yang akrab disapa Demiz seusai menghadiri Apel Siaga Taruna Siaga Bencana (Tagana) 2015 di Lapangan Brigif Kota Cimahi, Kamis (26/11).
Saat ini ada enam kabupaten/kota dari sembilan daerah di Jabar yang belum memiliki struktur organisasi BPBD dan telah diminta untuk segera membentuknya.
Sejumah kabupaten/kota yang rawan terjadnya bencana alam antara lain Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Ciamis dan Bogor.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Cimahi Atty Suharti mengaku akan segera mengimplementasikan peraturan daerah tentang pembentukan BPBD pada tahun 2016. Struktur dan operasionalnya telah disiapkan.
Namun, pembentukan dilakukan secara sederhana dulu. Karena, potensi bencana di Kota Cimahi tidak seperti kota/kabupaten lain, ditambah anggaran yang terbatas di tahun tersebut.
"Potensi bencana di Cimahi banjir dan kebakaran, longsor juga ada meski potensinya tidak seperti daerah lain," ujarnya. (ha)