CIMAHI.- Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cimahi memperluas sosialisasi aksi hemat energi Earth Hour (EH) 2016 dengan mengajak instansi vertikal yang ada di Kota Cimahi, Selasa (16/2/2016). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi keikutsertaan pengurangan energi listrik dari alat elektronik yang dimatikan dalam aksi tersebut.
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Cimahi Benny Bachtiar, saat membuka acara mengatakan, pihaknya berharap semua instansi yang ada di Cimahi bisa ikut ambil bagian dalam pelaksanaan Earth Hour. "Yang paling utama justru pegawai Pemkot dulu agar diteladani masyarakat hingga mau ikut serta," ujarnya.
Pada tahun 2016, pelaksanaan EH bakal berlangsung 19 Maret 2016 mulai pukul 20.30-21.30 WIB dengan mematikan alat elektronik atau lampu tidak terpakai. Tahun ini, Kota Cimahi ambil bagian untuk kali keempat.
Logo EH berupa tulisan angka '60+' diartinya bahwa meski kampanye berlangsung selama 60 menit, namun gerakan hemat energi listrik tersebut diharapkan menjadi gaya hidup masyarakat seterusnya.
Kepala KLH Kota Cimahi M. Ronny didampingi Kasi Pencegahan Pencemaran Lingkungan KLH Kota Cimahi Rahman mengatakan, Kota Cimahi bertekad ikut serta pelaksanaan EH karena ingin ambil bagian dalam upaya mencegah dan mengurangi egek gas rumah kaca dari perilaku boros energi. "Secara spesifik, aksi hemat energi yang bisa dilakukan salah satunya dengan kurangi penggunaan energi listrik dengan mematikan lampu atau alat elektronik yang tidak digunakan minimal sejam dalam setahun," ujarnya.
Perkembangan dan pembangunan mempengaruhi perubahan iklim akibat pemanasan global, namun manusia lupa akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.
Dalam upaya penyelamatan terhadap planet bumi, perlu mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga dan mencegah terjadinya perubahan iklim akibat gas efek
rumah kaca. Penyebabnya, diantaranya pembakaran sampah yang menghasilkan gas metan serta penggunaan bahan bakar fosil
seperti premium atau batu bara yang menghasilkan gas cukup berbahaya.
Di Kota Cimahi, pelaksanaan EH secara resmi akan dipimpin oleh Walikota Cimahi, Atty Suharti. Kecuali lampu-lampu penerangan jalan dan ditempat-tempat pelayanan masyarakat.
Pihaknya sudah menyebarkan sosialisasi EH ke lingkungan sekolah. "Isunya lingkungan tapi lebih spesifik ke
perubahan iklim, adaptasi dan mitigasi tehadap cuaca. Bisa berbagi informasi kepada pelajar supaya menyadari efek rumah kaca dan bisa berkontribusi untuk lingkungan," tuturnya. (RR)