CIMAHI - UPT Air Minum Kota Cimahi menargetkan mulai beroperasi pada
tahun ini dengan bidikan jumlah pelanggan di tahun pertamanya sebanyak
1.000 rumah tangga bisa terlayani.
Kepala UPT Air Kota Cimahi
Dede M Asrori mengatakan, perusahaan yang diproyeksikan menjadi BUMD
tersebut tengah fokus mempersiapkan pembangunan pipa distribusi utama.
Pemasangan pipa distribusi utama didanai pemerintah pusat.
"Karena
untuk pembangunan gedungnya sendiri telah selesai. Adapun pemasangan
pipa menuju rumah-rumah itu akan menggunakan anggaran dari APBD Rp2
miliar," kata Dede, kepada pewarta, Rabu (16/3).
Menurutnya, dana
yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis air minum itu dipastikan tak
sedikit karena. Sekadar gambaran, pembangunan gedung yang terletak di
komplek Pemkot Cimahi menelan biaya hingga Rp12,6 miliar.
Kedepannya,
UPT Air Minum Kota Cimahi akan beroperasi seperti Perusahaan Daerah Air
Minum (PDAM) yang telah lebih dulu eksis dimiliki daerah lain seperti
PDAM Tirta Raharja Kab Bandung.
Meski harus bersaing dengan dua
perusahaan yang telah lebih dulu eksis, dirinya meyakini akan memiliki
perbedaan terutama dalam hal sisi tarif penjualan yang akan jauh lebih
murah.
"Mengenai tarif pastinya, kami masih menunggu payung hukum berupa perda," pungkasnya. (ha)