Loading...

Pengurus DKM & Baznas Diminta Segera Susun Program

Administrator 18 Maret 2016 195 kali dilihat
Bagikan:
Pengurus DKM & Baznas Diminta Segera Susun Program
CIMAHI - Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Agung Kota Cimahi Masa Khidmat 2015-2018 dan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cimahi Periode Tahun 2016-2021 diminta segera melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program kerja dan kegiatan yang seirama dengan Visi Kota Cimahi 2012-2017 yaitu Creative, Egaliter, Responsip, Dinamis, Agamis, Sinambung.

Hal itu disampaikan Walikota Cimahi Atty Suharti saat melantik pengurus DKM Masjid Agung dan Baznas Kota Cimahi di Aula Gedung A, Komp. Perkantoran Pemkota Cimahi, Jl. Rd Demang Hardjakusumah, Kamis (17/3/2016).

Dia menyebutkan, di Cimahi saat ini terdapat 767 masjid dan musholla serta 38 ponpes yang tersebar di seluruh wilayah kota sehingga bisa menjadi jejaring masjid agung yang bisa dibangun untuk pemberdayaan masjid dan umat se-Kota Cimahi.

"Sangatlah wajar bila dituntut peran masjid agung menjadi koordinator yang memilki kemampuan untuk meningkatkan managemen masjid yang dapat diterapkan di masjid seluruh kota," kata Atty Suharti.

Seiring dengan jejaring masjid yang harus dibangun, proses kegiatan zakat dapat dilakukan di seluruh masjid dan juga dapat dilakukan UPT-UPT di perkantoran. Dengan kondisi tersebut, masjid dan zakat, DKM dan BAZ, merupakan pasangan yang ideal yang dapat saling mengisi bekerja sama secara harmonis dalam upaya meningkatkan profesinalitas dalam mangement keduanya.

Dikenalnya Kota Cimahi sebagai kota dengan kemajuan pemanfaatan telematika melebihi kota lain sehingga memiliki Akademi Komunitas, Workshop Animasi dan telematika di BITC dan sedang dibangunnya technopar tergelarnya fibre optic merupakan energi kreatif bagi DKM dan BAZ untuk membangun sistem.

"Dengan system tersebut terbangun pola komunikasi antar masjid, antar UPT Baznas sekaligus dengan pemeritah kota yang dapat memudahkan dalam mangemen masjid dan proses zakat serta  terekamnya indikator kemajuan umat dan kegiatan syiar," ujar atty

Dengan perkembangan gadget saat ini memudahkan untuk aplikasi system sehingga tidak perlu perangkat yang besar, tapi dapat menggunakan alat yang lebih sederhana, dan memungkinkan di integrasikan antara  zakat, perberdayaan ekonomi keluarga, system pembayaran, pelatihan di masjid, tablig di masjid, warung umat dan lainnya. (ha)