Loading...

Apel Siaga Sensus Ekonomi Tingkat Kota Cimahi

Administrator 18 Maret 2016 182 kali dilihat
Bagikan:
Apel Siaga Sensus Ekonomi Tingkat Kota Cimahi

Apel Siaga Sensus Ekonomi Tingkat Kota Cimahi Tahun 2016 Berlangsung di Plaza Rakyat, Komp. Perkantioran Pemkot Cimahi, Jl. Rd Demang Hardjakusumah, Jumat (18/03/2016).  Dalam Apel Sensus ini, dibacakan ikrar Penyuksesan Sensus Ekonomi oleh Ketua BPS, Noneng Komara Nengsih, yang diucap ulang oleh seluruh peserta Apel. Dan penyematan Atribut petugas listing Sensus Ekonomi oleh seluruh Wakil Walikota Cimahi Sudiarto selaku Pembina Apel.

Sudiarto mengatakan apel siaga ini penting sebagai bentuk pemantapan akhir sebelum memasuki tahapan pelaksanaan sensus ekonomi yang insya allah akan dimulai serentak secaa nasional pada tanggal 1 mei hingga 31 mei 2016, sebagaimana telah ditentukan dalam jadwal yang telah disusun oleh BPS.

Sudiarto Memaparkan sebagai kota dengan luas wilayah yang relatif kecil tentunya Cimahi harus memiliki strategi khusus untuk dapat bertahan dari gempuran produk luar, terlebih lagi, dengan menyadari fakta bahwa pada tahun 2016, indonesia sudah  memasuki era masyarakat ekonomi asean (mea);

“Jadi semua daerah, suka atau tidak suka, harus siap menghadapi persaingan global ini, khususnya karena salah satu konsekuensi dari pemberlakuan mea adalah semakin bebasnya para pelaku usaha dan tenaga kerja dari negara-negara asean untuk memasuki pasar tenaga kerja dalam negeri indonesia, dan sebaliknya bagi pelaku usaha dan tenaga kerja asal indonesia untuk memasuki pasar negara-negara ASEAN lainnya,” jelas Sudiarto.

Hal tersebut menjadi sebuah peluang bagi para pelaku usaha lokal untuk mengembangkan usahanya di pasar luar negeri. Namun demikian disisi lain hal itu pun akan menjadi satu ancaman bagi pelaku usaha lokal dalam negeri, apabila para pelaku usaha lokal tidak siap menghadapi serbuan produk luar negeri. disini pertanyaan besarnya adalah: sudah siapkah bersaing dengan tenaga kerja luar?

“kita harus memikirkan dengan seksama dan kalau memungkinkan kita dapat mengambil peluang MEA ni dengan melakukan ekspansi ke negara asean lainnya,” tegas Sudiarto

bagaimana kita dapat memanfaatkan peluang mea ini, semua tergantung pada upaya kita bersama;

Suddiarto pun menjelaskan Pemerintah Pusat telah memberlakukan beberapa regulasi untuk menghadapi MEA, baik berupa standardisasi maupun aturan lainnya;

akan tetapi dari kenyataan di lapangan didapati fakta bahwa kesiapan untuk mengikuti deregulasi dan standardisasi ini masih menemui banyak hambatan, baik dari segi pembiayaan maupun dari segi administratif;

“Oleh karena itu, tampaknya perlu menjadi pemikiran bersama untuk mencari jalan terbaik agar pelaku usaha ekonomi lokal pun tetap dapat bersaing dalam MEA,dalam hal ini, kekuatan data dan informasi tentang potensi ekonomi akan menjadi faktor krusial dalam menghadapi MEA ini,

Dengan penguasaan data dan informasi potensi ekonomi lokal ini, maka kita dapat selangkah lebih maju dari para kompetitor dari negara-negara lai,” kata Sudiarto.

Menyikapi tentang pentingnya persiapan dalam rangka menghadapi MEA ini, sesungguhnya arah pengembangan investasi dan perekonomian di Kota Cimahi masih memilki peluang yang sangat luas, dimana pengembangan ekonomi kreatif akan menjadi salah satu pilihan logis disamping berbagai sektor ekonomi lainnya yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekonomi kota cimahi, sehingga hal ini perlu dijadiksan focus concern kita bersama.

Untuk menghadapi itu semua tentunya kita perlu data dan informasi yang dapat dipergunakan untuk mengukur daya saing, potensi dan peluang yang kita miliki;

kondisi existing saat ini, kumpulan data tentang keberadaan dan profil para para pelaku usaha masih  banyak yang tersebar di berbagai opd dengan kondisi kevalidan dan posisi update tahun yang berbeda-beda;

padahal dalam perumusan kebijakan, tentu diperlukan data dan informasi terbaru yang validitasnya dapat dipertanggungjawabkan;

jadi jelas bahwa ketersediaan data dan informasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dielakkan;

“Atas dasar itu, pelaksanaan sensus ekonomi 2016 tampaknya menjadi momentum yang tepat untuk meng-update keberadaan kelompok usaha / industri dan pelaku ekonomi lainnya di kota cimahi secara lebih lengkap dan terkini, karena sensus ekonomi akan mendata semua kegiatan dan aktivitas ekonomi baik yang bersifat profit oriented maupun non profit oriented secara lengkap,” kata Sudiarto

Data dan informasi ini tentunya dapat dijadikan bahan untuk merumuskan dokumen perencanaan yang baik dan tepat sasaran;

adapun berkenaan dengan kegiatan apel siaga ini, tentu merupakan event yang positif sebagai bagian dari sosialisasi sensus ekonomi 2016 agar dapat terlaksana dengan baik, lengkap dan akurat.

“Sehingga kita akan mempunyai data lengkap yang dapat digunakan dalam perumusan kebijakan dan perencanaan, juga dapat dimanfaatkan para pelaku ekonomi untuk menguatkan daya saing dan strategi pengembangan usaha, serta bagi para akademisi dalam melakukan berbagai kajian ilmiah,” kata Sudiarto.

Sudiarto juga mengajak pada semua pihak untuk dapat berpartisipasi dalam menyukseskan sensus ekonomi 2016 yang kegiatan pendaftarannya akan dilaksanakan selama bulan mei 2016 nanti;

“Peran serta yang dapat kita lakukan dapat berupa menjadi responden yang memberikan informasi akurat bagi petugas sensus aktif mensosialisasikan kegiatan sehingga semua pelaku ekonomi tahu kegiatan ini turut mendukung dan melancarkan kegiatan sensus;dan berbagai sumbangsih positif lainnya,”

Walaupun BPS merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pendataan sensus ekonomi 2016 ini, namun saya kira bps tidak dapat bekerja sendiri dan tentunya memerlukan dukungan dari semua pihak untuk dapat melaksanakan tugas ini dengan baik dan mendapatkan hasil yang akurat dan lengkap;

“Untuk itu, saya berharap apel siaga pada hari ini dapat mendorong terjadinya sinergitas antar seluruh stakeholders terkait di kota cimahi, khususnya bidang ekonomi, demi kesuksesan pendataan sensus ekonomi 2016,” tutup Sudiarto (ha)