Loading...

Eksistensi UMKM Kota Cimahi Gerakkan Roda Perekonomian

Administrator 29 Maret 2016 139 kali dilihat
Bagikan:
Eksistensi UMKM Kota Cimahi Gerakkan Roda Perekonomian
CIMAHI.-
Meningkatkan daya saing pelaku UMKM, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar menggelar Small Medium Enterprises Talk (Smestalk) di gedung The Historich Jln. Gatot Subroto Kota Cimahi, Selasa (29/3/2016). Tema yang diambil yaitu "Peningkatan Akses Pembiayaan dan Pemasaran bagi UMKM Kota Cimahi".
Peserta seminar mencapai 280 orang lebih terdiri dari perwakilan komunitas UMKM, pelaku usaha, masyarakat, hingga mahasiswa Kota Cimahi.
Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara Ketua Umum Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno, owner The Big Price Cut Perry Tristianto, dan Evi Rhomdiyanawati dari BNI Sentra Kredit Kecil Priangan.
Membuka acara tersebut, Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto menyatakan jumlah pelaku di Kota Cimahi mencapai 8.120 UMKM dan 420 koperasi. "Nilai perputaran modal mencapai ratusan miliar yabg sangat besar, menunjukkan pentingnya pelaku usaha dalam roda perekonomian di Kota Cimahi. Terbukti UMKM mampu bertahan melewati sejumlah krisis ekonomi yang melanda," katanya.
Pasar MEA yang sudah berlaku sejak Desember 2015, lanjut Sudiarto, memberi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM.  "Sikap positif harus dibangun, ciptakan produk berdaya saing, kualitas dan harga kompetitif sehingga bisa dipasarkan di regional hingga internasional," ucapnya.
Sudiarto juga berharap pelaku UMKM mengikuti prosedur perdagangan dengan mendaftarkan perizinan produk dan mengikuti standar nasional sesuai jenis produk. "Kalau pelaku usaha kita siap, maka gerakan cinta produk Indonesia bisa terus didorong. Jadikan pasar bebas ini ajang pelaku UMKM menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ungkapnya.
Ketua Umum Kadin Jabar Agung Suryamal mengatakan, pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mesti disikapi para pelaku UMKM dengan meningkatkan pengetahuan soal bisnia internasional. "Menghadapi MEA, mereka harus merubah pola pikir dihatapkan bukan hanya berorientasi lokal juga internaisonal. Pemahaman bisnis internasional harus dimiliki," ujarnya.
Menurut Agung, seminar dilakukan untuk memberikan dorongan terhadap UMKM dan membina akses soal bisnis dari manajemen, pasar, dan permodalan. "Hampir 70 persen anggota Kadin merupakan pelaku UMKM. Kegiatan ini supaya mereka bisa memahami berbisnis," katanya.
Ketua penyelenggara Agus Imam Santosa selaku Komtak Bina Kemitraan UKM KADIN Jabar, mengatakan, seminar tersebut digelar untuk menggali berbagai kendala yang dialami pelaku UMKM di Kota Cimahi. "Dari situ, kita bersama-sama menawarkan solusi dari mulai manajemen, pemasaran, dan pembiayaan," ujarnya.
Berkembangnya perusahaan butuh disokong faktor pembiayaan. "Kita perkenalkan dengan sektor perbankan khususnya program kredit usaha rakyat (KUR). Memberikan peluang ke rekan UMKM agar bisa lebih maju," ucapnya. (RR)