Meningkatkan
daya saing pelaku UMKM, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar
menggelar Small Medium Enterprises Talk (Smestalk) di gedung The
Historich Jln. Gatot Subroto Kota Cimahi, Selasa (
29/3/2016). Tema yang diambil yaitu "Peningkatan Akses Pembiayaan dan Pemasaran bagi UMKM Kota Cimahi".
Peserta
seminar mencapai 280 orang lebih terdiri dari perwakilan komunitas
UMKM, pelaku usaha, masyarakat, hingga mahasiswa Kota Cimahi.
Kegiatan
tersebut menghadirkan pembicara Ketua Umum Kadin Jabar Agung Suryamal
Sutisno, owner The Big Price Cut Perry Tristianto, dan Evi
Rhomdiyanawati dari BNI Sentra Kredit Kecil Priangan.
Pasar
MEA yang sudah berlaku sejak Desember 2015, lanjut Sudiarto, memberi
peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM. "Sikap positif harus
dibangun, ciptakan produk berdaya saing, kualitas dan harga kompetitif
sehingga bisa dipasarkan di regional hingga internasional," ucapnya.
Sudiarto
juga berharap pelaku UMKM mengikuti prosedur perdagangan dengan
mendaftarkan perizinan produk dan mengikuti standar nasional sesuai
jenis produk. "Kalau pelaku usaha kita siap, maka gerakan cinta produk
Indonesia bisa terus didorong. Jadikan pasar bebas ini ajang pelaku UMKM
menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ungkapnya.
Ketua Umum Kadin
Jabar Agung Suryamal mengatakan, pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA) mesti disikapi para pelaku UMKM dengan meningkatkan pengetahuan
soal bisnia internasional. "Menghadapi MEA, mereka harus merubah pola
pikir dihatapkan bukan hanya berorientasi lokal juga internaisonal.
Pemahaman bisnis internasional harus dimiliki," ujarnya.
Menurut
Agung, seminar dilakukan untuk memberikan dorongan terhadap UMKM dan
membina akses soal bisnis dari manajemen, pasar, dan permodalan. "Hampir
70 persen anggota Kadin merupakan pelaku UMKM. Kegiatan ini supaya
mereka bisa memahami berbisnis," katanya.
Ketua penyelenggara Agus
Imam Santosa selaku Komtak Bina Kemitraan UKM KADIN Jabar, mengatakan,
seminar tersebut digelar untuk menggali berbagai kendala yang dialami
pelaku UMKM di Kota Cimahi. "Dari situ, kita bersama-sama
menawarkan solusi dari mulai manajemen, pemasaran, dan pembiayaan," ujarnya.
Berkembangnya
perusahaan butuh disokong faktor pembiayaan. "Kita perkenalkan dengan
sektor perbankan khususnya program kredit usaha rakyat (KUR). Memberikan
peluang ke rekan UMKM agar bisa lebih maju," ucapnya. (RR)