Loading...

Dinkes Kota Cimahi Siagakan Posko Kesehatan Di Lokasi Banjir

Administrator 29 Maret 2016 166 kali dilihat
Bagikan:
Dinkes Kota Cimahi Siagakan Posko Kesehatan Di Lokasi Banjir
CIMAHI.-
Masyarakat diminta waspada akan ancaman penyakit yang bisa mengancam kesehatan akibat bencana banjir. Dinas Kesehatan Kota Cimahi siagakan posko kesehatan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan.
Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Fitriani Manan mengatakan, banjir yang mengakibatkan air tercemar bisa menyebabkan penyakit ISPA dan Kulit. Dinkes Kota Cimahi mendirikan Posko pelayanan kesehatan di sejumlah titik banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, seperti di daerah Melong, Kelurahan Utama, dan lainnya.
"Hari pertama dari pelayanan, didapatkan data masyarakat yang berobat sebanyak 103 orang, yang paling dikeluhkan penyakit ISPA dan kulit. Jumlah itu yang di daerah Melong saja," ujarnya.
Sementara untuk di Kelurahan Utama, dia mengaku belum mendapatkan data yang pasti. Hanya saja, ia mengungkapkan keluhan kesehatan masyarakat yang terdampak banjir didominasi ISPA dan penyakit kulit.
Lebih lanjut ia katakan, kondisi daya tahan tubuh cenderung melemah pada saat musim penghujan. "Perubahan udara menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan cenderung rentan penyakit," terangnya.
Selain penyakit ISPA dan kulit, penyakit lain yang harus diwaspadai adalah fiare. Pasalnya, ketika banjir kondisi air menjadi tercemar.
"Pada saat banjir, air bawah tanah tercemar, karena semua kuman yang dibawa arus seperti sampah dan lainnya masuk membuat air kotor," terangnya.
Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan air maupun dalam mengolah air. Selain itu, masyarakat diusahakan untuk mencari air di sumber yang lain, yang relatif tidak tergenang air banjir.
Masyarakat juga harus mengkonsumsi makanan yang bergizi. "Konsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga daya tahan tubuhnya," imbuhnya.
Posko layanan kesehatan Dinkes Kota Cimahi akan berdiri sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di tiap posko, disiapkan tenaga dari puskesmas terdekat dari wilayah banjir. "Kami siapkan tenaga kerja 8 orang, dengan rincian 1 dokter, 1 perawat, empat bidan dan dua orang tenaga non medis," tuturnya. (RR)