CIMAHI.-
Masyarakat diminta waspada akan ancaman penyakit yang bisa
mengancam kesehatan akibat bencana banjir. Dinas Kesehatan Kota Cimahi
siagakan posko kesehatan untuk menangani warga yang mengalami gangguan
kesehatan.
Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Fitriani Manan mengatakan,
banjir yang mengakibatkan air tercemar bisa menyebabkan penyakit ISPA
dan Kulit. Dinkes Kota Cimahi mendirikan Posko pelayanan kesehatan di
sejumlah titik banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, seperti di
daerah Melong, Kelurahan Utama, dan lainnya.
"Hari pertama dari
pelayanan, didapatkan data masyarakat yang berobat sebanyak 103 orang,
yang paling dikeluhkan penyakit ISPA dan kulit. Jumlah itu yang di
daerah Melong saja," ujarnya.
Sementara untuk di Kelurahan Utama, dia
mengaku belum mendapatkan data yang pasti. Hanya saja, ia mengungkapkan
keluhan kesehatan masyarakat yang terdampak banjir didominasi ISPA dan
penyakit kulit.
Lebih lanjut ia katakan, kondisi daya tahan tubuh
cenderung melemah pada saat musim penghujan. "Perubahan udara
menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan cenderung rentan penyakit,"
terangnya.
Selain penyakit ISPA dan kulit, penyakit lain yang harus
diwaspadai adalah fiare. Pasalnya, ketika banjir kondisi air menjadi
tercemar.
"Pada saat banjir, air bawah tanah tercemar, karena semua
kuman yang dibawa arus seperti sampah dan lainnya masuk membuat air
kotor," terangnya.
Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat agar
memperhatikan kebersihan air maupun dalam mengolah air. Selain itu,
masyarakat diusahakan untuk mencari air di sumber yang lain, yang
relatif tidak tergenang air banjir.
Masyarakat juga harus
mengkonsumsi makanan yang bergizi. "Konsumsi makanan yang bergizi untuk
menjaga daya tahan tubuhnya," imbuhnya.
Posko layanan kesehatan
Dinkes Kota Cimahi akan berdiri sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di
tiap posko, disiapkan tenaga dari puskesmas terdekat dari wilayah
banjir. "Kami siapkan tenaga kerja 8 orang, dengan rincian 1 dokter, 1
perawat, empat bidan dan dua orang tenaga non medis," tuturnya. (RR)