CIMAHI - Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Cimahi menyatakan sejauh
ini belum ada gejala-gejala mencurigakan yang dapat mengancam suasana
kondusifitas pelaksanaan Pilkada Kota Cimahi 2017 mendatang.
Kepala
Kesbang Kota Cimahi, Totong Solehudin menjelaskan, pada saat Pilkada
pihaknya akan berperan sesuai tufoksinya yakni sebagai pemantau bukan
sebagai PNS yang terlibat dalam politik praktis untuk mendukung kelompok
tertentu.
"Sejauh ini masih kondusif. Hanya marak penempelan
bentuk spanduk atau baliho saja yang dianggap belum waktunya, tapi sudah
banyak terpampang," katanya, kepada pewarta, Rabu (7/9).
Prihal
kekhawatiran adanya anggapan dari segelintir orang yang mengklaim bahwa
pemantauan yang dilakukan Kesbang merupakan bentuk keterlibatan langsung
dalam politik, Totong menegaskan hal itu tidak akan terjadi.
Dikatakannya,
Kesbang tidak punya kuasa lebih selain melakukan pemantauan sesuai
tufoksinya. Pihaknya hanya bisa menggambarkan situsi dan kondisi yang
terjadi jelang dan saat penyelenggaraan Pilkada kemudian melaporkan
kepada pihak terkait.
Ia mencontohkan, saat ini sudah banyak
terpampang gambar-gambar atau spanduk partai politik dan para bakal
calon yang akan bertarung di Pilkada nanti. Padahal, saat ini belum
saatnya bagi calon atau partai mengkampanyekan perihal Pilkada.
"Pertama
ke Panwas, akhirnya kita dapat jawaban dari Panwas, belum ranahnya.
Kami teruskan lagi ke Satpol PP karena itu ranahnya Satpol PP karena ada
Perda K3," pungkasnya.