CIMAHI - Masyarakat Kota Cimahi mengikuti Kirab dalam rangka menyambut
tahun baru Islam 1 Muharram 1438 Hijiriyah, acara ini diawali dengan
pelepasan mobil hias baranang yang dikuti oleh Kelurahan, Kecamatan,
Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di lingungan Pemerintah Kota
Cimahi dan berbagai Instansi Vertikal di Kota Cimahi
Rute Pawai
Kirab 1 Muharram di Depan Masjid Agung Kota Cimahi Jalan Dra Djulaeha
Karmita, Walikota Cimahi Atty Suharti melepas secara langsung Kirab
Muharram ini, Sabtu (1/10/2016) malam itu.
Atty mengapresiasi
seluruh masyarakat yang mengikuti dan merenungi perjalanan perjuangan
Nabi Muhammad SAW dalam menegakan syiar Islam dengan mengawali hijrah
dari Mekah ke Madinah yang terus berkembang menyebarkan nilai Islam
sampai ke seluruh pelosok muka bumi ini dan dapat dirasakan di Kota
Cimahi.
"Hijrah yang dilaksanakan Nabi, menjadi ciri perhitungan
waktu Islam. Kita berkumpul disini untuk merenungi dan memahami ada nya
pergantian tahun Islam. Sehingga kita sebagai umat Islam mampu untuk
berenung, mensyukuri dan merancang apa yang harus kita lakukan di tahun
baru Islam agar dijadikan umat yang masuk dalam golongan orang
beruntung," ungkap Atty
Atty mengajak masyarakat untuk berdoa dan
bersyukur atas pencapaian yang dicapai Kota Cimahi serta ulama dan
umaro tetap solid mengawal pembangunan Kota Cimahi sekaligus berusaha
untuk menjaga soliditas ulama umaro dalam menjaga kota agamis yang lebih
sehat dan lebih cerdas serta berdaya ekonomi kerakyatan.
Ulama
umaro tetap menjaga perubahan yang sejak otonomi termasuk sejak 2012,
Kota Cimahi terus berubah, dibuktikan dengan indeks pembangunan manusia
yang terus meningkat, infrstruktur yang makin baik, sanitasi dan
penyediaan air bersih yang terus bertambah.
"Dengan berbekal
kebersamaan dan menjaga kondusivitas untuk membangun telah membantu
technopark selesai sebagai bekal untuk perubahan kota baik secara fisik
atau non fisik. Seperti fly over dan jalan baru terlaksana untuk
mensikapi perubahan insfrastruktur yang dapat meningkatakan kenyamanan
kota," ucapnya.
Adipura sebagai penghargaan pada kota dan rakyat
cimahi setiap tahun dipertahankan, karena titik pantau yang berubah
bertambah setiap tahunnya. Keterbatasan lahan untuk taman terus dicari
solusinya, walaupun sepertinya tidak berubah tamannya karena lahan,
kedepannya, Atty pun mengajak rakyat, lembaga vertikal, lembaga lainnya
untuk berpartisipasi merubah taman kota.
"Silaturahmi yang kita
bangun untuk menciptakan perubahan bukan hanya sekadar cangkang atau
wadahnya yang mudah di publish, tapi diharapkan dari permukaan sampai
mendalam kepada unsur unsurnya sehingga hijrah tersebut bagi kota adalah
hijrah fisik dan non fisik," ucapnya.