CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi optimistis program unggulan dari adanya
Technopark bisa menumbuhkan pelaku usaha berdaya saing tinggi dan
menyerap tenaga kerja. Sekalipun dalam pelaksanaanya pemkot kekuranga
Sumber Daya Manusia (SDM).
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian
Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi, Adet Candra
menyatakan, seiring akan tuntasnya pembangunan Gedung Technopark
pihaknya akna menggarap dua program utama yakni inkubator dan
akselerator.
Keduanya mulai berjalan di bulan ini setelah
melakukan soft launching gedung technopark 25 Oktober mendatang.
Inkubator sendiri merupakan program pendampingan bagi pelaku usaha start
up khusus di bidang telematika dan animasi dengan melibatkan akademisi
dan praktisi.
Sebelum inkubasi dilakukan, pelaku usaha tersebut
akan diseleksi terlebih dahulu, sampai dipilih 10 start up. Seleksi
dilakukan oleh pihak pemerintah bersama akademisi dan pratkisi.
"Seleksinya
hingga akhir tahun ini setelah soft launching. Sehingga, program
inkubasi ini bisa efektif berjalan di awal tahun 2017," katanya, kepada
pewarta, akhir pekan lalu.
Meski begitu, dalam pelaksanaannya,
Adet mengakui, pihaknya masih terkendala SDM yang masih kurang. Apalagi
program akselerator kan konsepnya dinamis, tidak dalam ruangan, tapi
bisa pula dengan mendatangi tempat pelaku UKM.
Namun, hal itu ia
katakan bisa ditemukan formulasinya seiring program berjalan. Karena
yang lebih penting adalah program tersebut dirancang secara matang.
"Pihak
terkait, seperti akademisi dan praktisi pun kami siapkan. Tinggal
metodenya saja, itu bisa disesuaikan sambil program berjalan,"
pungkasnya.