Loading...

Masyarakat Harus Berkontribusi Kurangi Sampah

Administrator 16 Januari 2019 192 kali dilihat
Bagikan:
Masyarakat Harus Berkontribusi Kurangi Sampah
CIMAHI.-
Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengatakan, Kota Cimahi dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi rentan dengan masalah sampah. Dibutuhkan upaya keras mengatasinya, termasuk inovasi dari masyarakat sebagai kesadaran peduli terhadap lingkungan.
"Salah satu caranya dengan menyulap sampah menjadi pupuk kompos. Hal ini dilatarbelakangi oleh asumsi timbunan sampah di Kota Cimahi yang tinggi. Maka, masyarakat perlu berperan dalam mengolah sampah, diantaranya dengan composting," ujarnya, dalam peresmian PT Paranti Alam Sejahtera di Jalan Kolonel Masturi Kota Cimahi. 
Sejauh ini, sudah terdapat 38 bank sampah dan 25 komposter di Kota Cimahi. Diantaranya, berada di kantor pemerintahan, puskesmas, dan sekolah, serta di rw-rw. 
Disamping itu, sejak 2007, telah muncul gagasan untuk menjadikan Kota Cimahi sebagai kota komposting dengan menyebarkan composting plan  yang dilengkapi mesin pencacah sampah untuk mengolah sampah menjadi kompos. Dimana satu komposter dapat menghasilkan sekitar 1 meter kubik kompos. 
Hal ini sesuai dengan Perda Kota Cimahi no 16 tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah;
"Tujuan utamanya adalah menciptakan masyarakat yang sehat agar kualitas sumber daya manusianya juga bagus," jelasnya. 
Sesuai UU No. 18 tahun 2008, sudah saatnya kita merubah cara pandang terhadap sampah dan cara memperlakukan sampah. Sampah bukan lagi sebagai barang yang tidak berharga melainkan sebagai sesuatu yang memiliki nilai guna dan manfaat. 
"Pemkot Cimahi selalu menekankan kepada masyarakat agar sampah tidak terbuang sia-sia dengan memanfaatkan sampah rumah tangga ataupun dari pasar untuk dijadikan pupuk kompos. Dengan peran aktif masyarakat yang mampu mereduksi dan mendaur ulang sampah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, maka volume sampah akan menurun," tuturnya.
Direktur PT Paranti Alam Sejahtera, Chondjaruddin Ahmad Wirasendjaja mengatakan, pihaknya sudah memproduksi mesin komposter sampah skala rumah tangga. Mesin dinamakan Paranti Composter, dapat menampung 5 kg sampah organik hingga dihasilkan kompos 8% dari bobot awal. 
Cara kerja mesin yakni sampah organik beserta bakteri pengurai dimasukkan ke dalam bagian mesin yang didalamnya terdapat mesin pencacah layaknya pisau blender. Setelah hancur, sampah didiamkan sambil dikeringkan untuk proses pengomposan dengan waktu 24 jam. Kapasitas mesin mencapai maksimal 5 kg sampah organik dan akan menghasilkan kompos 8% dari bobot awal.
"Proses pengomposan dilakukan selama 24 jam karena kaum ibu memasak setiap hari," ungkap pria yang akrab disapa Kang Adang.
Mesin sudah dilengkapi dengan pengering, sehingga bisa menghasilkan kompos kering dan tidak menjijikkan dan bisa langsung digunakan. "Bisa digunakan untuk kompos tanaman," tuturnya.