CIMAHI
- Pemerintah Kota Cimahi tengah menggagas pembayaran tiket bus wisata
Saba Kota Cimahi (Sakoci) menggunakan sampah anorganik.
Ada
sejumlah instansi yang dilibatkan untuk menggarap inovasi bayar tiket
Sakoci pakai sampah itu. Seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan dan Organda Kota
Cimahi.
Kepala Dinas
Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochamad Ronny menjelaskan, dalam evaluasi
itu dibahas seputar tarif Sakoci hingga penguraian sampah. Dari
situ, munculah ide bersama menukar sampah anorganik dengan tiket Sakoci.
"Ini masih pembahasan internal. Kalau dari kita, yang dilibatkan itu Bank Samici," katanya, Senin (13/5/201).
Dari
sisi pihaknya melalui Bank Samici, kata Ronny, rencana penurakan sampah
anorganik dengan tiket Sakoci akan sangat membantu terhadap penguraian
sampah di Kota Cimahi. Sebab, kata dia, diharapkan masyarakat termasuk
kaum milenial bisa semakin termotivasi untuk menabung sampah di unit
Bank Samici.
"Ini konsepnya lebih ke wisata plus pengurangan sampah," ucapnya.
Dikatakannya,
sejauh ini belum ada aturan detail mengenai mekanisme konversi sampah
anorganik menjadi tiket Sakoci. Tapi dari hasil pembahasan sementara
ini, hampir dipastikan semua unit Bank Samici di Kota Cimahi akan dibuka
tabungan sampah untuk dikonverasi jadi tiket sampah.
"Unit Bank Samici ada 221, yang aktif sekitar 75 persen. Itu tersebar, ada di RW, sekolah dan perkantoran," terangnya.
Besaran
nominal konversi sampah jadi nilai rupiahnya pun kemungkinan akan
mengikuti teknis menabung sampah yang sudah berjalan selama ini. Ronny
mencontohkan, misalnya sampah botol kemasan sebanyak 1 kilogram botol
kemasan dihargai Rp 4 ribu.
"Sekarang kan harga tiket Sakoci Rp
15 ribu untuk pelajar dan Rp 20 ribu untuk dewasa. Artinya kalau mau
dikonversi jadi tiket, minimal harus menabung sampah itu minimal 5
kilogram sampah anorganik seperti plastik, kertas dan sebagainya,"
jelasnya.
Untuk realisasinya, lanjut Ronny, pihaknya belum bisa
memastikan kapan. Sebab, harus ada Momerendum of Understanding (MoU)
dengan pihak terkait. Tapi ia berharap konversi sampah anorganik menjadi
tiket Sakoci ini bisa secepatnya diterapkan.
"Mudah-mudahan setelah lebaran bisa direalisasikan," tandasnya.
Sementara
itu, Organda Kota Cimahi menyambut baik rencana Pemerintah Kota Cimahi
perihal sistem pembayaran tiket bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci)
dengan sampah anorganik.
"Kalau kita sangat mendukung apapun itu
untuk kemajuan Sakoci dan penguraian sampah di Kota Cimahi," kata Wakil
Ketua Organda Kota Cimahi, Olan Siswanto.
Dikatakannya,
secara prinsip selaku penanggungjawab operator Sakoci, Organda Kota
Cimahi siap menjalankan inovasi itu. Pihaknya hanya tinggal menunggu
realisasinya dari Pemerintah Kota Cimahi.
"Kalau kita prinsipnya, besok pun siap," tandasnya.