Taman Kehati jadi Pusat Persemaian Pohon di Cimahi
Administrator
06 April 2020
1566 kali dilihat
CIMAHI -
Pemerintah Kota Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama
Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 21 bakal menjadikan lahan di
Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di RW 18, Kelurahan Cipageran,
Kota Cimahi sebagai salah satu pusat persemaian berbagai jenis pohon.
Penyiapan
berbagai bibit pohon di lahan seluas 5 hektare itu dilakukan sebagai
salah satu upaya menguatkan lahan-lahan kritis. Sebab, bibith pohon siap
tanam nantinya akan disebar pada lahan-lahan kritis di Kota Cimahi.
Kepala
DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny mengatakan, dari total 5 hektare lahan
milik Pemkot Cimahi yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) itu,
rencananya ada 1-2 hektare yang akan dijadikan tempat untuk persemaian
dan pembibitan berbagai jenis pohon.
"Ada 1-2 hektare akan
dijadikan tempat persemaian dan untuk membesarkan bibit. Tapi luasan itu
akan digunakan juga untuk sarana dan prasarana," kata Ronny, Senin
(6/4/2020).
Dikatakan Ronny, yang dimaksud saran dan prasarana
adalah salah satunya tempat yang akan dijadikan personel Satgas Citarum
Harum Sektor 21 untuk melakukan pengawasan. Sebab, selama proses
persemaian akan terus dipantau.
"Akan ada anggota Satgas Citarum Harum yang stan by untuk melakukan pengawasan," sebutnya.
Ia
menjelaskan, kerja sama persemaian dan pembibitan itu baru dimulai
tahun ini. Sudah ada beberapa jenis tanaman keras yang disemai di lahan
tersebut. Di antaranya pohon mahoni dan pohon kopi.
Ke depan
rencananya, kata Ronny, pihaknya bersama Satgas Citarum Harum Sektor 21
akan mengembangkan ke tanaman keras yang produktif. "Melihat
perkembangan perlu juga tanaman keras yang produktif seperti rambutan
mangga dan sejenisnya," ujarnya.
Ia melanjutkan, setelah
pohon-pohon disemaikan dan siap tanam, maka akan disebar ke lahan-lahan
yang sudah kritis. Kemudian, keberadaan pohon-pohon juga bisa berfungsi
sebagai tangkapan air tanah dan menangkal banjir supaya tidak ke hilir.
"Setelah
cukup untuk tanama baru kita distirbusikan ke lahan lahan kritis. Kami
juga mengajak masyarakat, termasuk komunitas terlibat langsung,"
sebutnya.