Loading...

Ini Bahayanya BAB Sembarangan Bagi Kesehatan

Arifin 13 April 2021 12161 kali dilihat
Bagikan:
Ini Bahayanya BAB Sembarangan Bagi Kesehatan

CIMAHI - Prilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan ternyata bisa menyebabkan kejadian fatal pada kesehatan. Salah satu penyakit yang rentan terjadi akibat prilaku buruk itu adalah diare.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, total ada 4.588 orang warga Kota Cimahi yang menderita diare. Sebanyak 1.530 di antaranya adalah usia balita.

"Kalau tahun 2021 sudah ada 442 orang untuk semua usia. Kalau balitanya ada 120," terang Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurahkman, Selasa (13/4/2021).

Secara umum, jelas Romi, penyebab diare memang ada dua yakni infeksi dan non infeksi. Untuk infeksi bisa saja karena virus, bakteri, amoeba dan parasit lain seperti cacing.

Sementara untuk non infeksi bisa dikarenakan intoleransi makanan, alergi hingga keracunan. "Kalau pada anak kebanyakan itu penyebabnya adalah virus," ucapnya.

Khusus BAB sembarangan, lanjut Romi,
kuman yang dibuang itu akan mengalir bersama kotoran melalui air. Bahayanya, jika air yang sudah terkontaminasi itu digunakan masyarkat, maka kumannya pun rentan juga menular.

Penyebab penularan diare dari air yang tercemar pembuangan air besar atau hajat itu dikarenakan adanya bakteri ekoli. Untuk itu, ia menyarankan agar jarak antara jamban dengan pembuangan itu minimalnya 10 meter. Tujuannya, agar air yang tercemar oleh buang hajat itu tak mengalir ke sumur atau aliran sungai.

"Takutnya disumur itu ekolinya memang ada. Kalau kateri ekolinya tinggi bisa menyebabkan diare," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kota Cimahi Sustiyanti Pusporini membeberkan,
BAB sembarangan masih terjadi di Kota Cimahi. Prilaku tersebut disebabkan belum semua penduduk mengakses sanitasi yang layak.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Cimahi sepanjang tahun 2020, penduduk Kota Cimahi yang sudah mendapat akses sanitasi yang layak baru mencapai 80 persen, dari total jumlah penduduk yang mencapai sekitar 500 ribu jiwa lebih.

Artinya, masih ada 20 persen penduduk Kota Cimahi yang belum mendapatkan akses sanitasi yang layak. Kebanyakan dari mereka membuang hajatnya dari jamban langsung ke sungai, bukan ke septi tank.

Kemudian juga melalui sarana Mandik Cuci Kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), menumpang ke keluarga atau tetangga hingga ke fasilitas umum seperti masjid.

"Itu angkanya yang mendapat akses sanitasi ada kenaikan. Dari 79,90 persen jadi 80 persen," terangnya.