CIMAHI.-Sebanyak 55 orang guru ngaji di Kota Cimahi mendapat bantuan uang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat dan Kota Cimahi. Bantuan tersebut diharapkan bisa menambah semangat bagi guru ngaji untuk memberikan ilmu kepada anak didiknya sehingga turut mendorong peningkatan kualitas SDM Kota Cimahi.
Penyerahan bantuan digelar di Aula Gedung A Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Jumat (21/5/2021).
"Pemkot Cimahi bekerjasma dengan Baznas Kota Cimahi melaksanakan pembinaan guru ngaji. Salah satunya penyerahan bantuan dari Baznas Provinsi dan Cimahi sebesar Rp 110 juta kepada 55 guru ngaji yang ada di Kota Cimahi," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana.
Bantuan tersebut untuk memberikan semangat bagi guru ngaji untuk memberikan pendidikan atau ilmu kepada anak didiknya. "Para guru ngaji masih tetap mengajar dan melaksanakan tugasnya di tengah pandemi Covid-19 ini, baik itu di masjid, musola, TPA (Taman Pendidikan Al-Quran, TKA (Taman Kanak-kanak Al-Qur'an), dan lainnya," katanya.
Dia menyatakan bersyukur bisa tetap bekerjasama dengan Baznas Kota Cimahi dalam memperhatikan guru ngaji.
"Alhamdulillah kerjasama ini tetap dilakukan dengan baik antara Pemkot Cimahi dan Baznas Kota Cimahi, dimana kita sama-sama memperhatikan khusunya kepada guru ngaji. Mudah-mudahan ini ada manfaatnya, bermanfaat bagi kita semua terlebih kepada anak-anak kita nanti yang mana anak-anak kita diberi ilmu keagamaan, sebagai landasan pondasi untuk menciptakan akhlak mulia bagi anak-anak kita. Sehingga di kemudian hari anak-anak kita memiliki perilaku yang baik, dan ilmu pengetahuan yang baik," tuturnya.
Ia pun berharap kegiatan mengaji menjadi sebuah budaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat Kota Cimahi yang beragama Islam, terlebih kepada anak-anak.
"Minimal satu jam atau dua jam saja menjelang magrib, secara serentak yang bisa dilakukan di rumah-rumah, mushola dan masjid-masjid di sekitar kita," imbuhnya.
Menurut Ngatiyana, di era globalisasi yang serba canggih dan maju ini, semua negara saling berlomba untuk menjadi yang terdepan, maka kualitas SDM (sumber daya manusia) menjadi faktor yang sangat menentukan bagi kemajuan suatu bangsa.
"Kota Cimahi harus terus berupaya meningkatkan kualitas SDM agar mampu berkembang dan bersaing. Guna meningkatkan kualitas SDM yang kreatif, sholeh juga agamis tentunya pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan diperlukan peran serta masyarakat dalam hal ini adalah para guru ngaji yang tersebar di masjid-masjid, musholla, ponpes, TKA-TPA dan Ormas Islam yang menyelenggarakan pengajian ataupun program pemberantasan buta huruf Al-Quran," terangnya.
Pemerintah berterima kasih kepada para guru ngaji yang memiliki kepedulian, dan keterpanggilan untuk ikut serta dalam membangun masyarakat Cimahi Agamis ditengah keberagaman suku dan budaya. Serta dapat saling menjaga kerukukan umat beragama yang mendukung kondusifitas pembangunan kota.
"Saya ingin mengajak kepada guru ngaji sebagai salah satu change agent pembangunan bahwa sesuai dengan konteks zaman yang terus berubah, agar proses transformasi pengajaran Al-Quran dapat disampaikan dengan penuh cinta kasih dan bijak. Sehingga ilmu yang disampaikan dapat memberikan pengaruh dan manfaat yang baik bagi perubahan sikap dan perilaku masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam," tuturnya.***