Loading...

Pemkot Cimahi Tanggung Biaya Pengobatan Warga yang Keracunan Makanan

Adhy Rahadhyan S.I.Kom 24 Juli 2023 2812 kali dilihat
Bagikan:
Pemkot Cimahi Tanggung Biaya Pengobatan Warga yang Keracunan Makanan

CIMAHI - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Dwihadi Isnalini mengatakan, biaya pengobatan korban keracunan makanan ditanggung Pemkot Cimahi.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Cimahi mencatat sudah ada 268 warga Kota Cimahi yang keracunan usai mengkonsumsi makanan dari acara reses salah satu Anggota DPRD Kota Cimahi di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah.

"Untuk pembiayaan sedang dipersiapkan, ini kejadian luar biasa sehingga dipersiapkan pembiayaan ditanggung Pemkot Cimahi," ucap dia saat ditemui di Pemkot Cimahi, Senin (24/7/2023).

Dia mengatakan kasus keracunan imbas dari nasi boks itu sudah ditetapkan sebagai kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga menjadi perhatian dari Pemkot Cimahi. Sehingga seluruh biaya pengobatan ditanggung APBD Kota Cimahi.

Dia mengungkapkan, semua korban keracunan itu rata-rata merasakan gejala yang sama yakni mual, diare, dan muntah, sehingga mereka harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan puskesmas. Dan hingga pagi ini masih ada warga yang berdatangan ke Puskesmas Padasuka untuk mendapatkan penanganan medis.

Ratusan peserta reses yang keracunan itu mendapat perawatan di Rumah Sakit Cibabat sebanyak 23 orang, Rumah Sakit Mitra Kasih ada 41 orang, Rumah Kasih Dustira ada 66 orang dan Rumah Sakit Kasih Bunda ada 2 orang dan Rumah Sakit Mall.

"Undangan 350 yang hadir 335 kalau melihat perkembangan, kasusnya nambah terus. Tadi jam 5 pagi pasien itu masuk ke Rumah Sakit Cibabat. Kami arahaln ke Rumah Sakit Dustira sampai di sana membludak. Tapi banyak yang sudah pulang," terangnya.

Dirinya melanjutkan, warga yang mengalami keracunan berasal dari Kelurahan Padasuka, Kelurahan Setiamanah dan Kelurahan Cimahi. "Tapi yang paling banyak memang warga dari Kelurahan Padasuka. Sisanya Cimahi sama Setiamanah," ujarnya.

Yopi Yana, Ketua Layanan Siaga Kota Cimahi menceritakan  kasus keracunan massal itu mulai ditemukan pada Minggu (23/7/2023) sekitar pukul 01.00 WIB. Dimana ada warga yang merasakan berbagai gejala seperti mual, pusing ,mintah hingga diare.

"Kam acara resesnya itu Hari Sabtu, Minggu dini hari mulai ada yang laporan dengan berbagai gejala," ujar Yopi, yang juga sopir ambulans itu.

Kemudian pada Minggu siang hingga malam warga pun berdatangan ke Kelurahan Padasuka hingga kondisinya begitu mencekam. Seluruh ambulan siaga milik semua kelurahan di Kota Cimahi pun akhirnya dikerahkan karena pasien semakin membludak.

Ratusan pasien itu langsung dibawa ke berbagai rumah sakit di Kota Cimahi untuk mendapatkan perawatan awal lantaran Puskesmas terdekat hari itu libur. Sebab kondisinya pasien terus bertambah, pihaknya akhirnya meminta bantuan ambulans tambahan dari wilayah Bandung Barat dan relawan.

"Total ambulan kelurahan itu ada 15 tapi yang dipakai kemarin ada 8 unit, ditambah bantuan dari komunitas, relawan ada 35 ambulan. Per ambulans itu rata-rata antar pasien ke rumah sakit 4-5 kali. Ada yang dijemput di rumah ada yang ke kelurahan," kata Yopi.