Loading...

Menuju 10.000 SDM Cimahi Siap Kerja

Rano Hardiana 18 Juli 2025 679 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI.— Pemerintah Kota Cimahi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menyelenggarakan program pelatihan kerja. Pada Kamis (17/7), Wali Kota Cimahi menghadiri penutupan kegiatan Pelatihan Menjahit Busana Industri di LPK Dressmaking. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi dengan beberapa perusahaan garmen besar di Kota Cimahi. Di antaranya adalah PT Sansan Saudaratex Jaya, PT Trimas Sarana Garmen, dan PT Mitra Fashion Garmindo.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap masuk ke dunia industri. Sebanyak 83 peserta telah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan secara intensif. Usai pelatihan, para peserta langsung disalurkan ke perusahaan mitra untuk mulai bekerja. Langkah ini dinilai efektif dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja industri dan mengurangi tingkat pengangguran di kota.

“Ini salah satu program Pemerintah Kota Cimahi dalam rangka penyiapan 10.000 sumber daya manusia siap kerja,” ujar Ngatiyana.

Program pelatihan menjahit ini menjadi bagian dari target besar Pemkot Cimahi dalam menyiapkan 10 ribu tenaga kerja siap pakai. Hingga pertengahan tahun ini, sudah lebih dari seribu orang yang mengikuti pelatihan serupa dan siap bekerja di sektor industri. Pemerintah Kota Cimahi berupaya menjadikan pelatihan kerja sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak hanya meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga membuka peluang kerja yang konkret bagi para peserta.

Wali Kota Cimahi menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri harus terus diperkuat. Ia menyampaikan apresiasinya kepada PT Dressmaking sebagai lembaga pelatihan yang turut andil dalam mencetak tenaga kerja unggul. Pelatihan ini sekaligus menjembatani kebutuhan industri akan tenaga terampil dengan potensi warga lokal. Wali Kota pun berharap model pelatihan seperti ini dapat direplikasi di berbagai bidang lainnya.

Ke depan, Pemkot Cimahi menargetkan pelatihan serupa dapat menjangkau setidaknya 2.000 warga setiap tahunnya. Wali Kota menugaskan Dinas Tenaga Kerja untuk terus bergerak cepat dan proaktif dalam merancang program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan memperkuat sinergi dengan dunia usaha, Pemerintah Kota Cimahi optimistis dapat menekan angka pengangguran secara signifikan. Upaya ini menjadi bagian dari visi besar kota untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri kreatif dan padat karya.

Terkait angka pengangguran, Wali Kota Cimahi mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 9 persen dari total penduduk Cimahi masih menganggur. Dari jumlah penduduk sekitar 600 ribu jiwa, sekitar 27 ribu di antaranya belum memiliki pekerjaan tetap. Kondisi ini menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan strategi konkret dan berkelanjutan. Program pelatihan seperti ini diyakini bisa menjadi solusi jangka menengah dalam mengatasi masalah tersebut.

Wali Kota juga menyampaikan harapannya agar para pelaku industri di Kota Cimahi dapat mengutamakan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen. Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan pertama kepada warga Cimahi sebelum membuka lowongan kerja ke luar daerah. Langkah ini penting sebagai bentuk keberpihakan terhadap masyarakat lokal yang telah dibekali keterampilan melalui pelatihan pemerintah. Jika industri dan pemerintah bergerak bersama, maka penyerapan tenaga kerja bisa berjalan lebih cepat dan merata.

Penutupan pelatihan ini menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa pelatihan bukan hanya seremoni, tetapi benar-benar ditujukan untuk hasil nyata. Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga langsung mendapatkan pekerjaan setelah pelatihan berakhir. Pemerintah Kota Cimahi pun akan terus melakukan pemantauan terhadap peserta yang telah bekerja untuk memastikan keberlanjutan karier mereka. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan, tetapi juga berorientasi pada hasil.

Melalui pelatihan-pelatihan seperti ini, Pemerintah Kota Cimahi berupaya mendorong lahirnya tenaga kerja profesional dari berbagai latar belakang masyarakat. Wali Kota menyampaikan bahwa inisiatif ini harus menjadi gerakan bersama seluruh stakeholder. Dengan dukungan dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat, program penyiapan tenaga kerja ini akan semakin kuat. Komitmen ini diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi masa depan ketenagakerjaan di Kota Cimahi.***