CIMAHI.- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi memastikan ketersediaan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) hingga awal 2026 masih tersedia. Masyarakat dapat segera melakukan perekaman data untuk pencetakan KTP-el.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Cimahi Tri Lospala Candra mengatakan pembaruan stok blanko dilakukan secara berkala setiap pekan.
"Update ketersediaan blanko selalu update satu pekan sekali ya sesuai dengan ketentuan. Harus transparansi terhadap ketersediaan blanko," ujarnya.
Tri menyatakan, Disdukcapil Cimahi konsisten menjalankan amanat tersebut dengan memanfaatkan berbagai kanal informasi agar mudah diakses masyarakat. Selain melalui media sosial Instagram, pihaknya juga menyampaikan informasi melalui kanal resmi lainnya seperti Telegram dan WhatsApp.
Diakui, distribusi blanko dari pemerintah pusat saat ini mengalami pembatasan. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan bagi pelayanan di Kota Cimahi.
"Untuk saat ini, kondisi stok blanko KTP-el. Cuma agak dibatasi untuk distribusi dari pusat karena saat ini orientasinya fokus untuk membantu masyarakat di Sumatera yang mengalami kehilangan dokumen kependudukan karena dampak bencana banjir bandang. Untuk daerah lain tetap mendapatkan distribusi, tapi tidak sebanyak seperti biasanya," terangnya.
Biasanya, Disdukcapil Cimahi menerima stok blanko per bulan. "Kalau biasanya kita dapat sekitar 4.000–6.000 lembar. Paling 1.000–2.000 saat ini tapi mencukupi. Sambil menunggu pengadaan tahun 2026," sebutnya.
Meski demikian, Tri menegaskan bahwa stok di pusat masih tersedia dan Kota Cimahi tetap mendapatkan suplai meski dengan jumlah lebih terbatas. Pihaknya memastikan saat ini tidak ada kendala berarti dalam pelayanan KTP-el di Kota Cimahi.
"Sampai saat ini tidak ada kendala terkait dengan sediaan blanko. Jadi untuk warga yang membutuhkan KTP-el, cetak ulang, pemula untuk membuat dokumen KTP, Disdukcapil tetap bisa melayani dan dan blanko masih tersedia," imbuhnya.
Diakui, masih ada warga Kota Cimahi yang belum melakukan perekaman KTP-el.
"Yang belum memiliki KTP-el masih ada. Target dari pusat untuk melakukan perekaman KTP-el 99,47 persen. Kendala utama berasal dari warga yang tidak lagi berdomisili di Cimahi, ada yang di luar kota, ada yang ditanyakan ke pengurus wilayahnya enggak tahu domisilinya sudah tidak ada di tempat," paparnya.
Menghadapi tantangan tersebut, Disdukcapil Cimahi akan mengintensifkan strategi jemput bola pada 2026. "Kita tetap program jemput bola lebih diintensifkan lagi," tuturnya.**