Loading...

Disdik Kota Cimahi Lakukan Pendataan Kebutuhan Guru Di Satuan Pendidikan

Riva Adam Puteri 09 Februari 2026 308 kali dilihat
Bagikan:
Disdik Kota Cimahi Lakukan Pendataan Kebutuhan Guru Di Satuan Pendidikan

CIMAHI.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi mendata kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di setiap satuan pendidikan di Kota Cimahi. Hal itu dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan terpenuhi.

"Pada bulan Januari 2026, kami mengumpulkan seluruh kepala sekolah negeri SD-SMP berkaitan dengan kondisi di lapangan untuk kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan," ujar Kepala Disdik Kota Cimahi Nana Suyatna.

Dia mengatakan, terdapat kekurangan tenaga pendidik dan kependidikan yang terdeteksi. 
"Memang ada kekosongan guru di SD-SMP. Kekosongan karena ada guru pensiun, ada guru beralih mutasi menjadi pengawas dan pada akhir tahun 2025 juga terdapat guru yang diberi tugas tambahan menjadi kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut," ucapnya.

Dengan keterbatasan rekrutmen CPNS guru, pihaknya mempersilahkan satuan pendidikan merekrut guru dengan pembiayaan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Sesuai kebijakan pemerintah, dalam petunjuk teknis (juknis) BOS masih dimugkinkan pengisian pengajar sebagai bagian dari pemenuhan SMP. Tentu kami akan upayakan pengisian kebutuhan guru sesuai juknis BOS tersebut," katanya.

Dalam perekrutan tenaga guru, lanjut Nana, pihak sekolah harus mengutamakan peminat yang sudah lulus pendidikan profesj guru. "Sesuai arahan diharapkan dapat mengisi kembali kekosongan tenaga pengajar dengan lulusan pendidikan profesi guru. Kalau sudah punya sertifikat lulus guru maka akan didorong tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk mendapat tunjangan dari pemerintah pusat. Sehingga tidak akan membebani BOS," imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Cimahi sedang merumuskan penambahan insentif untuk guru honorer. "Hal itu merupakan kebijakan pimpinan kami yang memperhatikan kesejahteraan guru, tentunya akan dilakukan sesuai aturan," sebutnya.

Saat ini jajaran sekolah sudah mulai melakukan proses pengisian kebutuhan guru. "Sudah mulai berlangsung pengisian guru supaya KBM tetap berjalan di satuan pendidikan masing-masing," tuturnya.**