Loading...

Tinggalkan Ego Sektoral, Cimahi Dorong Perencanaan Cerdas, Partisipatif, dan Berdampak Nyata dalam Musrenbang Tahun 2026

Riva Adam Puteri 05 Maret 2026 561 kali dilihat
Bagikan:
Tinggalkan Ego Sektoral, Cimahi Dorong Perencanaan Cerdas, Partisipatif, dan Berdampak Nyata dalam Musrenbang Tahun 2026

CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota Cimahi Tahun 2026 pada Kamis (5/3/2026), bertempat di Ruang Rapat Wali Kota Cimahi dan dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cimahi Tahun 2027.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, dalam sambutannya mengatakan bahwa Musrenbang tingkat kota menjadi momentum strategis untuk menentukan arah pembangunan Kota Cimahi, khususnya dalam penyusunan RKPD Tahun 2027. Adhitia juga menekankan pentingnya penyelarasan visi dan prioritas agar setiap program memiliki relevansi serta dampak yang jelas.

“Di sinilah kita menyelaraskan visi, menajamkan prioritas, dan memastikan setiap program memiliki relevansi serta dampak yang jelas. Kita ingin perencanaan yang bukan hanya ambisius di atas kertas, tetapi kuat dalam implementasi dan terukur hasilnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adhitia menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus partisipatif sekaligus cerdas, terintegrasi, dan adaptif terhadap perubahan. Tantangan lintas wilayah, pengarusutamaan gender, perlindungan perempuan dan anak, hingga isu lingkungan menuntut pendekatan kolaboratif tanpa sekat sektoral.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dalam sekat-sekat sektoral. Setiap program harus terhubung, saling menguatkan, dan memberikan impact nyata bagi masyarakat. Tidak boleh ada tumpang tindih; tidak boleh ada anggaran yang tidak efektif; yang ada adalah kolaborasi dan akuntabilitas,” tegasnya.

Dalam menghadapi dinamika ekonomi global, tekanan lingkungan, peningkatan kebutuhan layanan publik, serta tuntutan transparansi, Adhitia mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat kerja tim. Dirinya juga menyoroti tiga fokus utama, yakni kejelasan prioritas yang berorientasi hasil, sinergi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan, serta indikator kinerja yang terukur dan akuntabel.

“Apapun yang terjadi di tahun 2027 kondisi fiskal kita, prioritas pembangunan yang sudah tercantum di dalam Visi Misi dan program-program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk Kota Cimahi ini harus tetap berjalan. Saya berpesan dalam forum yang terhormat ini, mari kita sama-sama meneguhkan nilai Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh, di mana kita butuh kekompakan, butuh kolaborasi, butuh sinergi satu sama lain dari berbagai stakeholder yang ada di Kota Cimahi,” ungkapnya.

Adhitia berharap, forum Musrenbang dapat menjadi momentum untuk merancang masa depan Cimahi yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan inklusif. Ia menegaskan bahwa untuk mencapai kemajuan, seluruh pihak harus melangkah bersama, saling menguatkan, serta bersiap menghadapi tahun depan dengan optimisme meskipun kondisi dan situasinya masih penuh tantangan. 

“Atas nama Pemerintah Kota Cimahi, saya menegaskan bahwa setiap masukan yang disampaikan dalam forum ini akan menjadi bahan pertimbangan serius dalam penyusunan RKPD tahun 2027. Semua masukan adalah energi dan referensi bagi kita untuk menyusun kebijakan yang lebih tajam dan tepat sasaran,” pungkasnya.