Loading...

Keterwakilan Perempuan di DPRD Cimahi Menuju Representasi Setara, Pemkot Dukung Penguatan Kiprah Politisi Perempuan

Riva Adam Puteri 28 Juli 2026 33 kali dilihat
Bagikan:
Keterwakilan Perempuan di DPRD Cimahi Menuju Representasi Setara, Pemkot Dukung Penguatan Kiprah Politisi Perempuan

CIMAHIPemerintah Kota Cimahi mengapresiasi keterlibatan perempuan di lembaga legislatif Kota Cimahi terus menunjukkan tren positif menuju representasi politik yang lebih setara. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan perempuan semakin mendapat kepercayaan dan tempat di hati masyarakat Kota Cimahi.

Demikian diungkapkan Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudisthira saat membuka workshop Penguatan Jaringan dan Kerjasama di Bidang Politik Tingkat Kota Cimahi di aula Gedung B Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Selasa (28/7/2026). Kegiatan diinisiasi Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Cimahi, turut dihadiri para perempuan perwakilan partai politik di Kota Cimahi. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, keterwakilan perempuan di DPRD Kota Cimahi berhasil mencapai angka 28,89%. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibanding periode sebelumnya yang berada di level 26,67%.

"Perjuangan politisi perempuan di Cimahi terus menunjukkan progress positif. Bagaimana politisi perempuan mampu membangun modal sosial berupa jaringan masyarakat yang kuat, inklusif, dan partisipatif," ujarnya.

Perjuangan untuk menciptakan ekosistem politik yang sehat belum selesai. Tantangan terbesar politisi perempuan saat ini bukanlah masalah kapasitas internal, melainkan bagaimana memperluas dan memperkuat jaringan (networking) yang benar-benar merakyat.

"Gunakan pendekatan berbasis empati dan solutif, serta masuk ke dalam ruang komunitas lokal, hadir sebagai pendamping dan pemberi solusi. Selain itu, bangun kolaborasi transparan dan inklusif. Tunjukkan bahwa politik adalah alat untuk memperbaiki kualitas hidup bersama.

ajak dan libatkan masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk turut serta secara aktif dalam program-program pembangunan Kota Cimahi," katanya.

Politisi perempuan yang dekat dengan warga, aktif mengedukasi masyarakat, serta mampu menghubungkan aspirasi masyarakat dengan kebijakan publik akan menciptakan partisipasi politik yang lebih sehat. 

"Pada akhirnya, pembangunan Cimahi tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan DPRD. Tetapi menjadi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, di mana perempuan berperan sebagai penggerak, penghubung, bahkan sekaligus pemimpin perubahan," jelasnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyambut positif dinamika tersebut dan menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi bersama KPPI dan elemen gerakan perempuan di Kota Cimahi.

"Kami meyakini, kemajuan Kota Cimahi akan semakin optimal apabila ditopang oleh partisipasi aktif seluruh warganya, termasuk peran strategis kaum perempuan di dalamnya," tambahnya.

Dengan sinergitas yang kuat, dia meyakini stabilitas demokrasi yang akan diraih. Serta, terjadi akselerasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan seluruh warga Kota Cimahi dapat diwujudkan bersama. "Tunjukkan bahwa perempuan Kota Cimahi siap menjadi pelopor pembangunan daerah yang tangguh, cerdas, dan berintegritas. Jangan ragu untuk bersuara, mengambil peran kepemimpinan, dan membangun jejaring yang luas," tuturnya. (Bidang IKPS)**