Loading...

Rekayasa Lalu Lintas Selama Pembangunan Underpass Gatot Subroto Sudah Dimatangkan

Riva Adam Puteri 31 Juli 2026 228 kali dilihat
Bagikan:
Rekayasa Lalu Lintas Selama Pembangunan Underpass Gatot Subroto Sudah Dimatangkan

CIMAHI - Rekayasa arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi sudah disiapkan selama pembangunan uderpass di kawasan tersebut yang akan dibangun dalam waktu dekat. Skema rekayasa yang sudah dimatangkan itu bertujuan agar arus lalu lintas tetap berjalan lancar di tengah adanya pembangunan.

"Untuk rekayasa lalu lintas saat pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto sudah kita siapkan dan dimatangkan. Tinggal menunggu pelaksanaan saja," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, Jumat (31/7/2026).

Dari skema rekayasa lalu lintas yang sudah disiapkan, semua kendaraan besar seperti truk dan bus semuanya diarahkan ke Jalan Mahar Martanegara dari dan menuju Gerbang Tol Baros atau bisa langsung melalui Gerbang Tol Pasirkoja. Kemudian kendaraan kecil dari arah utara ke selatan yang biasa melewati Jalan Gatot Subroto akan diarahkan menuju Jalan Pasir Kumeli.

"Kalau mobil-mobil kecil dari utara ke selatan yang biasa lewat Jalan Gatot Subroto itu kita siapkan lewat Pasir Kumeli. Tapi kita pastikan dulu apakah kontraktor akan bangun jalan sementara atau tidak," ujar Endang.

Kemudian kendaraan dari arah barat seperti Padalarang dan sekitarnya akan diarahkan via Jalan Usman Dhomiri via Pondok Dustira dan tembus kembali di Jalan Sudirman. Sedangkan dari arah Baros, Leuwigajah dan sekitarnya yang ingin menuju pusat Kota Cimahi hingga Cisarua-Lembang tetap seperti biasanya melewati Underpass Sriwijaya.

"Kemudian untuk warga di sekitar Sukimun itu kan aksesnya tertutup pembangunan, nanti kita arahkan ke Jalan Gajah Mada. Kalau untuk sepeda motor bisa lewat gang-gang kecil juga," sebut dia.

Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas akibat terdampak pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto itu, personel gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi bersama TNI dan Polri akan disiagakan. Termasuk kelengkapan rambu-rambu lalu lintas dan sebagainya.

Pihaknya sudah memetakan titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan imbas dari pengalihan arus lalu lintas itu. Seperti Jalan Pasir Kumeli mengarah Pusdikpom dan keluar di Baros serta Jalan Usman Dhomiri. 

"Kalau potensi kepadatan itu kemungkinan di Jalan Pasir Kumeli sama Usman Dhomiri karena kendaraan yang biasa lewat Gatot Subroto kita akan pecah ke sana. Tapi kami sudah menyiapkan personel untuk berjaga dan melakukan pengaturan arus lalu lintas," terang Endang.

Kemudian untuk penerapannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kontraktor pemenang proyek itu. Endang menekankan dalam pelaksanannya, kontaktor harus mematuhi analisis dampak lalu lintas yang sudah dikeluarkan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

"Harapannya tentu saja dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi pada saat kereta api melintas dan mengurangi kecelakaan lalu lintas," kata dia," pungkas Endang. (Bidang IKPS)**