Loading...

Damkar Kota Cimahi Kerahkan Tiga Unit Mobil Pemadam, Kebakaran Home Industry Kerugian Rp900 Juta

Sarwindha 24 Oktober 2026 39 kali dilihat
Bagikan:
Damkar Kota Cimahi Kerahkan Tiga Unit Mobil Pemadam, Kebakaran Home Industry Kerugian Rp900 Juta

CIMAHI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi mengerahkan tiga unit mobil pancar, satu unit rescue, dan sembilan personel untuk menangani kebakaran sebuah rumah produksi kalender dan bingkai foto (pigura) di Jalan Sejahtera, RT 03/14, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026) petang.

Kebakaran yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB tersebut menghanguskan area seluas 140 meter persegi. Pemilik usaha ditaksir mengalami kerugian hingga Rp900 juta, terdiri atas kerusakan bangunan sekitar Rp500 juta dan barang-barang senilai Rp400 juta.

Komandan Regu 2 Selatan Damkar Kota Cimahi, Asep Ramdani, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 18.15 WIB. Lima menit kemudian, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

"Kami terima informasi kebakarannya itu sekitar pukul 18.15 WIB dan sampai di lokasi pukul 18.20 WIB. Kalau perkiraan kebakarannya pukul 18.00 WIB, objeknya home industry," kata Asep di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, kebakaran bermula saat para pekerja tengah beraktivitas di rumah produksi tersebut. Tiba-tiba, api muncul dari ruang penyimpanan bahan baku yang berisi sejumlah material mudah terbakar.

"Jadi saat itu sedang ada aktivitas pekerjaan, tiba-tiba ada api di ruang bahan baku, ada busa dan sekam," ungkap Asep.

Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api semakin membesar sehingga mereka menghubungi Damkar Kota Cimahi untuk mendapatkan bantuan.

Petugas pemadam menghadapi kendala karena banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan, mulai dari sekam dan serbuk gergaji, tumpukan kertas, kapas, hingga tiner. Kondisi tersebut membuat api sulit dipadamkan dan meningkatkan risiko terjadinya ledakan.

"Bara susah padam karena rumah yang terbakar tempat produksi kalender dan pigura. Banyak bahan sekam gergaji, tumpukan kertas, kapas dan banyak tiner yang mana sering terjadi ledakan," jelas Asep.

Setelah berjibaku selama hampir dua jam, proses penanganan kebakaran akhirnya selesai sekitar pukul 19.55 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan. Sementara itu, tidak ada korban jiwa.

Damkar Kota Cimahi mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tempat usaha yang menyimpan banyak bahan mudah terbakar. Ketersediaan alat pemadam api serta respons cepat saat api mulai muncul menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.(Bidang IKPS**)