Pencarian :

Berita • Detail Berita

Wali Kota Cimahi Soal Pemilu 2019:Jangan Golput!

2019-04-15 07:54:16

CIMAHI - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengajak semua pemilih untuk menyalurkan haknya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Pemilu 2019 yang meliputi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini akan berlangsung 17 April mendatang. Artinya, hanya menyisakan beberapa hari menuju pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Saya mengajak kepada masyarakat Kota Cimahi, mari salurkan aspirasinya pada Pemilu tahun ini," imbuh Ajay, Minggu (14/4/2019).

Di Kota Cimahi, ada sekitar 380.292 warga yang berhak atau memenuhi syarat untuk memilih pada 17 April mendatang. Mereka tersebar di 1.572 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Kota Cimahi.

Pemilu kali ini agak berbeda dari Pemilu 2014 lalu. Sebab, pesta demokrasi kali ini dilaksanakan secara serentak. Jika Pemilu 2014 Pileg dan Pilpres waktu pelaksanannya terpisah, namun Pemilu 2019 keduanya dilaksanakan secara bersamaan dihari dan tanggal yang sama yakni 17 April.

Untuk itu, Ajay meminta semua masyarakat tak melewatkan kesempatan langka untuk memilih. Sebab, moment ini hanya akan terjadi lima tahun sekali. Ia pun menargetkan semua pemilih bisa datang ke TPS.

"Kalau target nasionalkan 77,5 persen partisipasinya, kalau kita minimal 90 persen," ujarnya.

Dikatakan Ajay, partisipasi masyarakat sangat penting dalam setiap penyelenggaraan pesta demokrasi. Sebab, suara masyarakat menjadi salah satu penentu pembangunan di Indonesia, termasuk di Kota Cimahi.

"Jadi, saya titip datang ke TPS. Jangan golput," tandasnya.

Dalam Pemilu kali ini, pemilih di Cimahi akan mencoblos lima jenis surat suara. Yakni Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Untuk membedakan kelimanya, ada warna tersendiri. Warna abu itu menandakan Pilpres, kuning DPR RI, merah DPD RI, biru DPRD Provinsi dan hijau DPRD Kabupaten/Kota.

Sementara itu, salah seorang relawan demokrasi di Kota Cimahi, Maya Rismayanti (20) mengingatkan betapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam 17 April nanti.

"Iya masyarakat harus nyoblos, jangan golput. Datang ke TPS 17 April nanti," tuturnya.

Untuk itu, para relawan demokrasi yang berjumlah 55 orang bertekad untuk terus menyosialisasikan seputar Pemilu, dari mulai pentingnya demokrasi hingga pelaksanaannya.

Maya dan para relawan demokrasi lainnya akan ditempatkan di 11 basis Pemilu, seperti basis pemula, pemilih muda, perempuan, disabilitas, komunitas, keluarga, keagamaan, pemilih kerkebutuhan khusus dan basis penggunan media sosial atau netizen.

Target utamanya ialah menyasar para pemilih pemula. Dalam kesempatan menjadi relawan ini, ia ingin menyampaikan kepada pemilih, terutama usia 17-21 tentang pentingnya menyalurkan hak pilih. Hal itu begitu disadarinya ketika ia menjadi pemilih pemula yang minim informasi.

"Saya ingin, pemilih pemula itu tau harus memilih calon yang seperti apa. Gak asal pilih," ujar Maya.

Kegiatan Cimahi

Headline News