Pencarian :

Berita • Detail Berita

Bibit Padi Inpago Siap Ditanam Dimusim Kemarau

2019-07-03 08:58:19


CIMAHI - Sebanyak 1.000 kilogram varietas padi Inpago disiapkan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi tahun ini. 

Jenis padi baru itu disebut sebagai solusi tanam di sawah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Kepala Bidang Pertanian pada Dispangtan Kota Cimahi, Mita Mustikasati mengatakan, padi Inpago merupakan bibit baru yang didatangkan langsung dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Varietas dikembangkan khusus untuk tahan terhadap kekeringan.

"Kami sediakan untuk petani Cimahi 1.000 kilogram se-Kota Cimahi yang daerahnya berpotensi kurang air," ujar Mita (2/7/2019).

Dikatakannya, dari 1.000 benih padi Inpago yang disediakan, per 1 hektarenya itu cukup ditanami dengan 5 kilogram benih. Sementara total luas laha sawah di Kota Cimahi ada 137,14 hektare atau 3,43 persen dari total luas wilayah Kota Cimahi yang hanya 40 kilometer persegi.

Lahan sawah tersisa itu tersebar ditiga kecamatan, yakni di Kecamatan Cimahi Utara 85,42 persen, Kecamatan Cimahi Tengah 4,42 persen serta Kecamatan Cimahi Selatan 46,3 persen.

"Kalau biasanya petani itu pakai padi Infari 40, 42, 43, tergantung daerahnya," ujar Mita.

Salah satu lahan pertanian yang akan coba ditanami padi Inpago adalah sawah di Kampung Kiara, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Ada 15 hektare lahan yang sudah kering, bahkan tanahnya sudah retak-retak.

Para petani baru bisa menyelamatkan padi di 10 hektare sawah, itupun melalui panen dini. Sedangkan padi di 5 hektare sisanya kemungkinan besar akan gagal panen bila tidak segera dialiri air.

Dijelaskan Mita, padi Inpago merupakan varietas padi unggul baru yang tahan terhadap kekeringan. Jenis padi itu biasanya ditanam di ladang pegunungan. 
"Selain padi Inpago, kalau memungkinkan juga kita sarankan untuk diselang antara padi dan palawija," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Supendi Heriyadi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi untuk menyalurkan bantuan air ke sawah yang mengalami kekeringan.

"Kita mencoba bagaimana mempertahankan pertanian itu, kita koordinasi dengan DPKP bisa gak memberikan air (ke sawah)," ujar Supendi.

Menurutnya, pihak DPKP Kota Cimahi saat ini tengah membicarakan perihal diatirbusi air ke sawah yang mengalami kekeringan itu. Ditegaskan Supendi, suplai air sangat penting agar 5 hektare padi yang tersisa bisa diselamatkan.

"Sekarang tinggal 5 hektare lagi belum panen. Mudah-mudahan terselamatkan," kata Supendi.


Kegiatan Cimahi

Headline News