Pencarian :

Berita • Detail Berita

Maaf! Blanko KTP-el Habis, Pakai Suket Dulu

2019-07-11 11:01:00

CIMAHI - Blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi kembali kosong. Pengiriman blanko itu dari pemerintah pusat kemungkinan baru akan dilakukan pekan depan.

Akibatnya pelayanan pencetakan KTP-el bagi warga Kota Cimahi harus terhenti sementara waktu. Padahal, daftar tunggu yang sudah siap cetak atau Print Ready Record (PRR) mencapai 10 ribu lebih.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Ade Hindasyah saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (10/7/2019).

"Untuk sementara gak bisa nyetak dari kemarin, Selasa. Senin masih bisa," kata Ade.

Sebab blanko habis, otomatis untuk pencetakan seluruh pemohon, baik pemula maupun kerusakan, hilang dan pindah harus ditunda sampai kiriman blanko dari pemerintah pusat datang.

Menurut informasi yang didapat Ade dari pemerintah pusat, blanko itu kemungkinan baru dikirim pekan depan. Kebutuhan blanko KTP-el di Kota Cimahi mencapai 20 ribu keping hingga akhir tahun.

"Itu dari pusat. Kurang tau juga alasannya. Tapi kita sudah mengajukan. Mudah-mudahan dapat 20 ribu," ujar Ade.

Sampai saat ini, ungkap Ade, daftar tunggu KTP-el yang siap dicetak atau Print Ready Record (PRR) di Kota Cimahi mencapai 10 ribu lebih. Persentasinya, 60 persen itu pemohon KTP yang mengganti element, rusak, hilang dan pindahan.

"Sisanya 40 persen itu pemohon baru. Kalau kapasitas pencetakan mencapai 300-500 keping per hari," terang Ade.

Sebab pencetakan terhenti sementara, Disdukcapil Kota Cimahi terpaksa mengeluarkan kembali Surat Keterangan (Suket) atau pengganti sementara KTP-el. Pihaknya pun meminta bagi masyarakat yang membutuhkan Suket datang langsung ke bagian pelayanan.

"Kalau butuh langsung ke dinas. KTP diganti suket, masih bisa digunakan," imbuh Ade.

Ditegaskannya, Suket masih bisa digunakan pemohon untuk mengurus berbagai keperluan administrasi. Seperti ke perbankan dan imigrasi.

Sebetulnya, terang Ade, pihaknya sudah mengeluarkan kembali Suket sejak 14 Juni lalu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang KTP-nya belum tercetak. Kemudian setelah pencetakan tersendat akibat blanko habis, pemohon Suket pun meningkat.

"Sejak kemarin itu perminaan Suket rata-rata 200-250 pemohon," terangnya.

Kegiatan Cimahi

Headline News