Pencarian :

Berita • Detail Berita

Permintaan Air Bersih Masih Tinggi, UPT Air Minum dan Damkar Kota Cimahi Bantu Warga Mendapat Air Bersih

2019-09-09 10:12:57

CIMAHI.- Curah hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kota Cimahi membuat debit air belum merata.  Permintaan bantuan air terus berlangsung karena banyak wilayah dilanda krisis air bersih dampak musim kemarau.
Daerah yang mengalami krisis air terlihat berdasarkan permintaan air bersih yang masuk pada UPT Air Minum Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi. "Pengajuan bantuan air bersih terus masuk," ujar Kepala UPT Air Minum Kota Cimahi Dede M. Asrori.
Rata-rata satu lokasi dikirim 2 rit per minggu dengan kapasitas armada 5.000 liter. Pengiriman dibagi dua yaitu oleh UPT Air Minum dan Damkar Kota Cimahi. "Armada terbatas hanya 2 unit, jadi unit damkar ikut membantu angkut air bersih supaya pengiriman lancar dan permintaan masyarakat terpenuhi," jelasnya.
Sejauh ini, sumber air untuk pengolahan di UPT Air Minum yang bersumber dari Sungai Cimahi masih mencukupi. "Alhamdulillah masih aman, produksi air minum masih normal perhari sekitar 3.000 m3," ungkapnya.
Pihaknya siap melayani permintaan bantuan air bersih. Masyarakat tinggal mengajukan permohonan bantuan air bersih melalui Ketua RW.
"Pengajuan melalui RW yang diketahui pihak kelurahan agar terdata. Pengiriman dilakukan secara terjadwal, masyarakat terutama siapkan wadah penampungan air untuk mempermudah. Tidak ditarik biaya alias gratis," ucapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Nanang mengatakan, pihaknya masih menetapkan siaga kekeringan sesuai rakor dengan instansi terkait. "Masih siaga kekeringan sebagai bagian dari antisipasi.Hujan yang turun belum merata dengan curah hujan masih sedikit," katanya.
Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Provinsi Jawa Barat tentang kekeringan menyatakan musim kemarau masih berlangsung hingga Oktober 2019. Karena itu, lanjut Nanang, pengiriman air bersih ke daerah krisis air terus dilakukan. 
Pihaknya bersama UPT Air Minum dan Damkar Kota Cimahi setiap hari memantau daerah krisis air. 
"Petugas turun ke lapangan bersama Damkar mengirim air ke dua wilayah yang berbeda. Sumber air dari UPT Air Minum di Pemkot Cimahi," jelasnya.
Pihaknya berharap masyarakat tetap waspada akan potensi bencana akibat kemarau. "Serta, bijak menggunakan air dengan cara hemat," katanya. *

Kegiatan Cimahi

Headline News