Kalau dulu media sosial sebatas wadah untuk menumpahkan isi hati, berkomunikasi dengan sahabat maupun kerabat, atau ajang eksis melalui unggahan foto aneka pose, kini fungsinya telah naik level. Kedahsyatan media sosial sebagai sarana yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat membuat para pebisnis mulai menggunakannya untuk lahan promosi. Yes, banyak pebisnis online maupun pemilik online shop mulai gencar promosi dan “berburu” calon pelanggan melalui media sosial. Kepraktisan, kemudahan, dan minimnya biaya merupakan daya tarik yang begitu menggiurkan bagi para pelaku usaha online.
Tanpa bekal atau skill promosi mumpuni, berjualan via medsos akan sia-sia. Oleh karena itu, sebelum memutuskan berjualan melalui jalur online, Anda harus membekali diri dulu dengan segudang ilmu digital marketing. Bermacam trik dapat Anda pelajari, misalnya bagaimana cara berpromosi dengan copywriting, soft selling, sampai covert selling.
Nah, di samping beberapa contoh tersebut, ada satu lagi teknik jualan yang sedang hits, terutama di kalangan para wanita pebisnis, yaitu teknik heart selling. Sebetulnya apa, sih, heart selling? Bagaimana cara melakukan metode ini agar bisa meningkatkan penjualan? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Iklan Asyik ala Indari Mastuti
Teknik beriklan simpel ini ditemukan dan diperkenalkan oleh Indari Mastuti, seorang pebisnis sekaligus penulis produktif, founder dari komunitas menulis dan berbisnis, yaitu IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) serta IIDB (Ibu-ibu Doyan Bisnis). Berbeda dengan teknik berjualan lain seperti copywriting, hard selling, soft selling, maupun covert selling yang kelihatan njelimet dan terkesan banyak aturan atau rumus, heart selling justru sebaliknya. Inilah cara beriklan yang tidak berasa iklan. Saking asyiknya membaca status heart selling Anda, pembaca seolah tak menyadari bahwa sebenarnya Anda tengah promosi.
2. Iklan dari Hati
Heart selling yang mulai digandrungi untuk beriklan di dunia maya sangat cocok bagi Anda yang malas menghafal beragam rumus dan mengaku tidak bisa menulis. Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memulai membuat status iklan dengan teknik ini ialah menggali peristiwa yang pernah Anda alami. Fokuslah pada apa yang Anda rasakan, bukan kepada produk atau jasa yang ditawarkan, wajib konsisten, dan percaya diri.
3. Terkenal Juga dengan Sebutan Status Baperan
Trik iklan yang dibuat bermodalkan kisah nyata yang manis, lucu, dan bikin baper membuat heart selling populer dengan sebutan status baperan. Anda wajib melibatkan emosi tatkala menulis kisah yang digunakan sebagai modal merayu calon pembeli.
4. Simpel, Free Style, tapi Tetap Ada Patokan
Bisa dibilang, heart selling ini sama seperti menulis bebas. Meski demikian, tetap ada patokan dalam praktiknya, lo. Tanyakan pada diri sendiri, Anda ingin dikenal sebagai apa sebelum membuat status baperan. Contoh, ingin dikenal sebagai pebisnis busana muslim, penjual baju hamil, kosmetik, atau penulis lepas.
Selanjutnya, buat daftar kata kunci yang berkaitan dengan bisnis Anda, catat juga berbagai hal yang membuat baper. Setelah itu, raciklah status heart selling berdasarkan kisah nyata, sisipkan kata kunci di dalamnya. Tak lupa, lakukan interaksi dengan pembaca melalui kalimat ajakan, pertanyaan, dan sebagainya.
5. Kata-Kata Menggelitik
Salah satu yang khas dari teknik heart selling adalah penggunaan beragam kata yang tak lazim. Kata-kata menggelitik dan unik seperti aha, aye, aseek, kemon, atau kuy membuat pembaca merasa akrab. Semakin pendek status, kian baik dan cepat pula interaksi akan terjadi. Tidak perlu banyak berpikir, tulis saja apa yang Anda rasakan atau aktivitas yang dikerjakan.
Status heart selling yang membumi membuat pembaca merasa “ini saya banget” sehingga mereka tidak segan membeli produk maupun menggunakan jasa Anda. Tak butuh banyak pertimbangan dan memikirkan rumus tertentu, Anda dapat menulis materi iklan asyik memakai status baperan guna mendatangkan banyak closing. So, siap aplikasikan metode heart selling untuk berjualan online? (AH)
image source: http://wibwestkent.org.uk/selling-from-the-heart/