Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.
Kesehatan lanjut usia menjadi salah satu prioritas penting dalam pembangunan kesehatan di Kota Cimahi.
Indonesia saat ini masuk ke dalam negara berstruktur penduduk tua (ageing population) karena memiliki proporsi lanjut usia (lansia) (60 tahun keatas) yang besar di atas 10% (sepuluh persen).
Hal tersebut dapat ditunjukkan dari data susenas tahun 2015, bahwa jumlah lansia sebanyak 21,5 (dua puluh satu koma lima) juta jiwa atau sekitar 8,43% (delapan koma empat puluh tiga persen) dari seluruh penduduk indonesia pada tahun 2015.
Saat ini, indonesia menghadapi masalah kesehatan triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.
Pada kelompok lansia, riset kesehatan dasar tahun 2013, menunjukkan penyakit terbanyak pada lansia adalah hipertensi 57,6%, selebihnya adalah arthritis, stroke dan beberapa penyakit lain.
Penanganan kasus penyakit tersebut tidak mudah karena penyakit pada lansia umumnya merupakan penyakit degeneratif, kronis, dan multidiagnosis.
Dengan demikian, penanganannya membutuhkan waktu dan biaya tinggi, yang akan menjadi beban bagi masyarakat dan pemerintah termasuk bagi program jaminan kesehatan nasional. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan lansia hendaknya lebih mengutamakan promotif dan preventif.
Diperkirakan jumlah penduduk lansia tahun 2030 sebesar 16,4%. Jumlah penduduk lansia asia diprediksi mencapai 17,1%, jumlah penduduk indonesia lansia tahun 2030 sebesar 12,9%.
Dari data penduduk tersebut menunjukkan populasi lansia cenderung meningkat setiap tahunnya, sehingga akan diikuti pula meningkatnya masalah lansia. Meningkatnya angka harapan hidup sebagai dampak dari keberhasilan pembangunan akan mengakibatkan peningkatan jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia.
Keadaan ini secara bersama – sama dengan proses penuaan yang diikuti oleh kemunduran secara alamiah baik fisik biologik, mental maupun sosial – ekonomi, akan mengakibatkan semakin kompleksnya permasalahan yang berkenaan dengan lanjut usia.
Menjadi lansia merupakan bagian dari proses kehidupan yang pasti dilalui setiap manusia. Hal ini harus disadari para generasi muda dan prelansia agar mulai menyiapkan diri sebaik-baiknya supaya kelak menjadi lansia yang tetap aktif dan produktif. Paradigma lansia menjadi 'beban’ harus diubah menjadi 'potensi’ untuk dapat melanjutkan partisipasi dan kontribusi dalam pembangunan.
Pertumbuhan yang cepat tersebut terjadi hampir di semua wilayah tanah air dan proporsi penduduk lansia yang semakin besar membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, pengembangan kebijakan kelanjutusiaan tidak hanya terfokus pada lansia, namun harus berbasis siklus hidup (life-cycle) dengan mempersiapkan diri setiap generasi sebelum menjadi lansia.
Disamping digunakan juga pendekatan untuk menjadi lansia tangguh yang terdiri dari tujuh dimensi, meliputi fisik, sosial, intelektual, spiritual, emosional, vokasional dan lingkungan. Sebagai konsekuensi logisnya maka pemerintah Kota Cimahi berusaha menyediakan fasilitas yang ramah lansia dan fasilitas untuk kaum disable mengingat proporsi disabilitas pada kelompok ini juga tinggi.
Secara alami proses menua tidak dapat dicegah, namun diharapkan proses tersebut tidak segera diikuti dengan ketergantungan ataupun kecacatan sehingga lanjut usia (lansia) dapat tetap berdayaguna dan tidak menjadi beban baik bagi dirinya, keluarganya maupun masyarakat.
Pendekatan yang harus dilakukan dalam melaksanakan program kesehatan adalah pendekatan keluarga dan masyarakat serta lebih memprioritaskan upaya memelihara dan menjaga yang sehat semakin sehat serta merawat yang sakit agar menjadi sehat.
Oleh karena itu berbagai upaya harus dilaksanakan untuk mengatasi masalah ini dengan baik, diantaranya dengan meningkatkan cakupan, keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya untuk penduduk lanjut usia. Salah satu bentuk kegiatan yang perlu digalakkan agar tujuan dimaksud dapat kita capai lebih cepat mendorong pembentukan dan pemberdayaan berbagai ”upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat” (ukbm) khusus lanjut usia antara lain kelompok usia lanjut, pusat santun keluarga dan lain – lain.
Keberadaan POSBINDU yang telah berkembang di Kota Cimahi sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan bagi lanjut usia merupakan wujud nyata dan cerminan kebutuhan masyarakat khususnya para lanjut usia terhadap pelayanan yang terjangkau, berkelanjutan dan bermutu dalam rangka mencapai masa tua yang sehat, bahagia, berdaya guna dan produktif selama mungkin.
Pelaksanaan kegiatan POSBINDU ini sangat bervariasi dan beragam sesuai dengan kondisi, situasi dan kebutuhan setempat. Jumlah POSBINDU yang ada di Kota Cimahi tahun 2018 ada 242 POSBINDU.