Loading...

Gelar Seni Budaya Kawin Cai Di Kota Cimahi

Administrator 17 Oktober 2019 5841 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

Kota Cimahi yang kita banggakan ini memiliki kekayaan dan keberagaman kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang dari berbagai komponen masyarakat.

Salah satu contoh seni pertunjukan tradisional yang berkembang adalah seni musik, tari, teater, padalangan, karawitan  seperti longser, jaipongan, tari klasik, degung, upacara adat lengser, upacara adat peringatan 1 Suro Saka Sunda, upacara adat mapag panganten, kacapi, kawihan, tembang sunda cianjuran, kliningan, celempungan, calung, dll.

Berbicara budaya Cimahi artinya berbicara orang Cimahi itu sendiri, ketika membicarakan kekayaan budaya Cimahi sesungguhnya sedang memperhatikan orang Cimahi dan semua buah pikirannya, jiwanya, juga harapannya. Artinya budaya merupakan representasi, gambaran kepribadian suatu daerah atau bangsa.

Daerah yang tidak mengenal budayanya tentu akan kehilangan jati diri kedaerahannya terbawa arus dan tenggelam di lautan budaya asing.

Sebagai warga negara yang peduli dan bertanggung jawab atas perkembangan budayanya tentu kita tidak akan membiarkan hasil budi dan daya masyarakat terdahulu dalam hal ini seni budaya tradisi lenyap begitu saja dan digantikan oleh tontonan asing yang sangat jauh dengan tuntunan dan adab budaya kita.

Konservasi, revitalisasi dan inovasi adalah jalan terbaik membangkitkan kembali seni budaya tradisi, mewujudkan kembali jadi mutiara baru di era yang serba digital ini.

Hal tersebut memperjelas bahwa Kota Cimahi merupakan basis seni kreatif dan inovatif para seniman dan budayawan serta masyarakatnya. Sehubungan dengan hal tersebut sangat perlu diadakan event atau acara kegiatan festival, yang dapat mengembangkan dan mengangkat kesenian tradisional di Kota Cimahi sekaligus melestarikan budaya tradisional Jawa Barat secara berkesinambungan pada konsep Cimahi creatif dan inovatif.

Gelar Seni Budaya Kawin Cai yang dilaksanakan pada 24 Februari 2019 yang lalu merupakan pagelaran seni budaya reguler yang telah diselenggarakan dua kali, yang pertama telah dilaksanakan pada HUT Kota Cimahi beberapa tahun yang lalu dan berjalan sukses.

Kawin cai merupakan upacara adat sunda sebagai simbol kebersamaan tiap daerah di Kota Cimahi dalam menjaga lingkungan dan ketersediaan air bersih.

Upacara adat kawin cai ini, intinya menyatukan tekad, ucap dan langkah untuk membangun Cimahi. Sebab pembangunan Cimahi perlu kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, dengan cara menyatukan air dari semua kelurahan yang ada di Kota Cimahi.

Selain itu,   upacara adat ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya pemeliharaan air bersih. Sebab saat ini di mana-mana banyak kekurangan air bersih.  Kita berharap pada penyelenggaran Pagelaran Seni Budaya Kawin Cai  di lingkungan KABUCI akan berjalan lebih sukses dari sebelumnya. Pagelaran budaya yang memiliki berbagai element penunjang didalamnya.

Mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan dan sasaran dari acara, diharapakan dapat terus dilaksanakan setiap tahun, karena Upacara Adat Kawin Cai sebagai warisan leluhur bangsa merupakan bagian budaya yang ada di masyarakat kita, sebagai bentuk syukuran kepada yang maha kuasa serta dijadikan simbol dalam upaya memelihara lingkungan sekitar.

Ketersediaan air bersih memang menjadi permasalahan tersendiri bagi Kota Cimahi. Pasalnya, Cimahi yang memiliki tiga kecamatan ini tidak punya sumber air seperti wilayah tetangga, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Masyarakat Kota Cimahi belum sepenuhnya menikmati air bersih, baru sekitar 69% warga yang sudah menikmati air bersih dari keseluruhannya. Pemkot Cimahi berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Cimahi dengan menjalin kemitraan dengan stakeholder terkait. Mulai dari pemerintah pusat.

Tradisi Kawin Cai, patut terus dilestarikan karena memiliki pesan kepada kita untuk menjaga kelestarian lingkungan terutama sumber air yang ada di sekitar kita. Untuk menjaga air bersih, masyarakat harus menjaga mata air. Terlebih, saat ini sumber mata air sudah makin berkurang seiring terus berkembangnya pembangunan di wilayah Cimahi. Semoga pesta budaya ini mengandung manfaat dalam rangka memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya tradisional masyarakat agraris sehingga bisa mendukung usaha meningkatkan perekonomian masyarakat.