Loading...

Pencegahan Stunting untuk Mewujudkan Sumberdaya Manusia yang Sehat dan Berkualitas

Bambang S. 27 Mei 2022 729 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

Pemenuhan hak-hak manusia diantaranya adalah perbaikan kesehatan anak, dimana kesehatan merupakan investasi sumber daya manusia serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia.

Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan seluruh masyarakat. Keadaaan gizi yang baik merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat dan berkualitas.

Beberapa tahun belakangan ini, istilah stunting menjadi populer karena menjadi salah satu masalah gizi yang perlu penanggulangan serius. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) yang diakibatkan oleh dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Prevalensi stunting di indonesa adalah 37,2%. Sedangkan di Kota Cimahi, angka stunting selama tiga tahun terakhir ini fluktuatif. Angka stunting pada balita tahun 2019 sebesar 9,07% naik menjadi 10,89% di tahun 2020 dan turun  menjadi 10,18% di tahun 2021. Stunting pada balita memberikan dampak yang kurang menguntungkan, antara lain mudah sakit, kemampuan kognitif berkurang, fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang dan gangguan lain.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mecanangkan program “Zero Stunting di Tahun 2023”, diharapkan tidak ada kasus stunting baru di tahun 2023 dan seterusnya. Program tersebut diluncurkan untuk menekan angka stunting di Provinsi Jawa Barat.

Penanganan tentang gizi dan kesehatan hanya berkontribusi 30 persen, adapun 70 persen penyebab stunting terkait sanitasi, pola pengasuhan, ketersediaan dan keamanan pangan, pendidikan, kemiskinan, dan situasi politik. Kejadian stunting dapat dicegah dengan berbagai cara. Hal yang paling penting adalah mempersiapkan calon ibu agar cukup gizi pada saat hamil, salah satunya dengan program pendampingan seribu hari pertama kehidupan.

Cara pencegahan yang lain adalah memberikan ASI eksklusif dan makanan pendamping asi, pemberian pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang baik kepada anak. Pemberian pola makan dengan memberikan setengah piring sayur dan buah. Setengah piring lagi makanan pokok berupa karbohidrat dan lauk pauk yang mengandung protein hewani dan nabati.

Para orang tua pun dituntut memberikan sanitasi yang memadai agar anak terbebas dari cacing. Hal ini bisa dilakukan melalui penyediaan air bersih, jamban sehat dan bersih, serta cuci tangan memakai sabun dan air mengalir serta yang tidak kalah penting adalah memantau pertumbuhan balita di posyandu.

         Stunting menjadi penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia untuk bersaing di tingkat global. Karena itu, semua pihak bertanggungjawab mengampanyekan gerakan pencegahan dan penanganan stunting. Deklarasi gerakan pencegahan dan penanggulangan hanyalah awal dari komitmen secara formal. Yang lebih penting adalah upaya-upaya yang dilakukan setelah itu.  Kepedulian kita pada masalah stunting tidak boleh setengah-setengah karena anak-anak adalah penerus kita untuk pembangunan bangsa

         Kota Cimahi ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan menjadi lokus penanggulangan dan pencegahan stunting mulai tahun 2021. Terdapat 8 aksi konvergensi penganganan stunting yang diluncurkan oleh Kemenkes. Kota Cimahi telah melaksanakan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tersebut, yaitu analisis situasi, rencana kerja, rembuk stunting, peraturan wali kota tentang peran kelurahan, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, dan pengukuran dan publikasi data stunting dan review kinerja tahunan.

 Masalah gizi merupakan tanggungjawab bersama, untuk itu saya mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat termasuk PKK dan ibu-ibu kader untuk berperan serta dalam penanggulangan masalah gizi terutama stunting ini.

Mari kita bersama-sama terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka mewujudkan generasi penerus yang berkualitas. Ajak semua ibu balita untuk senantiasa membawa anaknya ke posyandu dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada di posyandu dan agar semua balita diperiksa tumbuh kembangnya agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.