Pemerintah Kota Cimahi mempromosikan program Padat Karya menjadi salah satu upaya mengentaskan pengangguran di Kota Cimahi. Lewat program tersebut, memberi kesempatan masyarakat untuk mendapat pendapatan dari pekerjaan yang dilakukan. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cimahi Asep Jayadi mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Cimahi masih tinggi. "Pengangguran di Cimahi tertinggi se-Jabar melihat persentasenya. Kami lakukan berbagai upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran tersebut," ujarnya.
Padat karya adalah pengolahan sumber daya manusia untuk bekerja di lapangan pekerjaan yang dibuat oleh pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Padat karya dalam kegiatan pembangunan menjadi upaya mengurangi tingkat pengangguran.
Program dilaksanakan untuk menjaring warga yang tidak memiliki pekerjaan. "Kita gelar program padat karya sebagai antisipasi bagi warga yang belum bekerja. Sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir," ucapnya.
Menurut Asep Jayadi, status pengangguran versi BPS yaitu tidak bekerja sama sekali dalam seminggu. "Namun apabila dalam seminggu bekerja minimal 1 jam sudah tidak masuk kategori pengangguran, sehingga angka pengangguran bisa berkurang," katanya.
Lanjut Asep, program ini digelar untuk antisipasi bagi warga yang belum bekerja, program ini sudah berjalan dalam beberapa tahun terkahir.
"Ini adalah Program dilaksanakan untuk menjaring warga yang tidak memiliki pekerjaan," tutupnya.
Sebagaimana diketahui padat karya merupakan Padat karya merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin.
Adapun tujuan dari Program Padat Karya yaitu untuk mengurangi pengangguran, dan masyarakat miskin; Memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat; Meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat; Mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin, perempuan, anak, dan kelompok marginal kepada pelayanan dasar, dengan berbasis pendekatan pemberdayaan masyarakat.***