Loading...

Identifikasi Pelaku Usaha dan Lembaga Pendamping dalam rangka Pengembangan Teknopark Cimahi

Administrator 08 Mei 2015 213 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

Industri susu olahan sapi yang saat ini dikembangkan oleh Kota Cimahi dipusatkan di  sentra susu sapi yang terletak di RW 19 Kelurahan Cipageran, sekitar 2 km dari pusat Kota Cimahi. Lokasi sentra susu sapi ini memiliki kondisi alam yang sejuk dan geografis yang menanjak dengan view lampu-lampu Kota Cimahi yang indah apabila dilihat pada waktu malam hari. Aroma daun-daun basah dan aroma khas peternakan sapi segera tercium ketika memasuki Jalan Karya Bakti yang merupakan jalan masuk ke Kelurahan Cipageran. Selain itu, kondisi masyarakat di Sentra Susu Sapi Cipageran terkenal ramah dan senang membantu. Masyarakat senang apabila ada orang yang mengunjungi Sentra Susu Sapi Cipageran.
  
Dalam rangka pengembangan Technopark Cimahi, Diskopindagtan Kota Cimahi yang diwakili oleh Eko bersama-sama dengan tim Pusat Pengkajian Kebijakan Peningkatan Daya Saing (PPKPDS), BPPT pada tanggal 29 April 2015 melakukan survei ke Sentra Susu Sapi Cipageran. Survei dilakukan dengan mengunjungi gerai yang menyediakan produk - produk olahan susu seperti yoghurt, kerupuk susu, karamel, sabun susu, stik susu dll. Produk olahan susu ini merupakan produk yang dibuat oleh ibu-ibu peternak dengan bantuan pembelajaran dari berbagai lembaga pendamping seperti Unpad dan STIE Ekuitas. 

Pengembangan Sentra Susu Sapi Cipageran merupakan tindak lanjut untuk memberikan contoh sukses lain dalam memberikan pemberdayaan ke masyarakat seperti cerita sukses dalam pengembangan Sentra Keripik Pedas di Jl. Kademangan, Kelurahan Setiamanah, Kota Cimahi.  Untuk meniru keberhasilan seperti dalam pengembangan Sentra Keripik Pedas di Setiamanah, maka pada bulan Januari 2014, Bappeda Kota Cimahi mulai menginisiasi identifikasi potensi dan penyusunan action plan pengembangan Sentra Susu Sapi di Kelurahan Cipageran. Semangat yang ingin dimunculkan adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di bidang peternakan.

Menindaklanjuti inisiasi identifikasi potensi Sentra Susu Sapi Cipageran, pada bulan Agustus 2014 Bappeda Kota Cimahi melakukan survei identifikasi potensi sosial ekonomi  (sosek) calon sentra dan telah berhasil mencocokkan data makro dengan data mikro di lapangan serta menetapkan lokasi pusat budidaya sapi perah di RW 19 Kelurahan Cipageran. Dengan berkolaborasi  bersama-sama berbagai pemangku kepentingan, pengembangan Sentra Susu Sapi Cipageran akan dilakukan berdasarkan pendekatan pengembangan komunitas dan wilayah.

Kerjasama untuk pengembangan Sentra Susu Sapi Cipageran melibatkan sekitar 54 peternak sapi perah, fasilitator Sarjana Masuk Desa (SMD), praktisi dunia pendidikan (Fakultas Peternakan Unpad, Fakultas Manajemen Teknologi Pertanian Unpad, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi EKUITAS Bandung), Bappeda Kota Cimahi dan Diskopindagtan Kota Cimahi. Kerjasama yang dilakukan berupa penyuluhan dan pembinaan terhadap para warga dan peternak sapi. Penyuluhan mulai dari strategi perencanaan pengembangan susu, pengembangan kualitas manajemen peternak susu, hingga pelatihan keterampilan pengolahan susu. Selain itu, untuk mengembangkan sentra ini, rantai nilai mulai dari hulu (budi daya sapi perah) hingga hilir (produk turunan susu sapi) dihubungkan agar nilai tambah yang diperoleh menjadi lebih besar.

Upaya pengembangan Sentra Susu Sapi Cipageran mulai membuahkan hasil dengan terus tumbuhnya komunitas-komunitas peternak dan kelompok pengolah susu sapi. Pada saat ini terdapat 10 kelompok hasil olahan susu di Cipageran. Kelompok dan hasil olahannya yaitu sebagai berikut:
1. Kelompok Umi Berkah (KPSP Berkah Darunni’mah) dengan hasil olahan susu berupa yoghurt 300 ml kemasan botol kaca, yoghurt 120 ml kemasan cup, yoghurt 200 ml kemasan botol plastik, yoghurt lilin, dan  Kacida (Karamel Cipageran Beda)
2. Kelompok Cipageran Ayu dengan hasil olahan susu berupa sabun susu zaitun extra sereh, sabun susu zaitun extra madu, dan sabun susu zaitun extra melati.
3. Kelompok Cipa dengan hasil olahan susu berupa kerupuk susu original, kerupuk susu pedas, es krim, dan sutik (susu cistik).
4. Kelompok Chrisant dengan hasil olahan susu berupa kerupuk susu bayam dan kerupuk susu cintrong.
5. Kelompok Ayam dengan hasil olahan susu berupa kerupuk susu bayam dan kerupuk susu mentah.
6. Kelompok Mawar bodas dengan hasil olahan susu berupa Sutik (Susu cistik).
7. Kelompok Sapi Mandiri dengan hasil olahan susu berupa yoghurt cup 100ml,125 ml,150 ml, 200 ml; yoghurt botol plastik 300 ml; dan yoghurt lilin.
8. Kelompok Tekad Mandiri dengan hasil olahan susu berupa ranginang susu, kerupuk susu original, kerupuk susu pedas, dan dodol susu.
9. Kelompok Seroja Susu dengan hasil olahan susu berupa seroja susu.
10. Kelompok Melati (Ridho) dengan hasil olahan susu berupa kumakbok dan sukong.

Pada akhir tahun 2014, Diskopindagtan Kota Cimahi mulai memfasilitasi komunitas yang ada di Cipageran untuk mampu menjual produk-produk olahan susu sapi. Diharapkan melalui pendampingan dan pemberdayaan kelompok-kelompok peternak dan pengolah susu oleh Pemerintah dan penguatan branding produk “CIPAGERAN” serta kolaborasi dan pendampingan dari dunia pendidikan melalui Technopark Cimahi akan semakin memperkuat jaringan inovasi dan penyebaran pengetahuan untuk mengolah produk-produk kreatif olahan susu sapi Kota Cimahi. Produk-produk ini dapat dibeli di gerai UMKM Produk olahan Susu Sapi atau kelompok-kelompok pengolah susu secara langsung. (Retno/Mien/Hayun)